Juru bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito. Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto.
Juru bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito. Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto.

Satgas Minta Indonesia Kembali Mewaspadai Peningkatan Mobilitas Masyarakat

Nasional Virus Korona covid-19 pandemi covid-19 Satgas Covid-19 Lebaran 2022
Antara • 11 Mei 2022 04:07
Jakarta: Indonesia dinilai perlu kembali mewaspadai tren peningkatan mobilitas masyarakat. Peningkatan mobilitas berpotensi menyebabkan terjadinya kembali lonjakan kasus covid-19 pascalibur Lebaran 2022.
 
"Penting menjadi kewaspadaan kita bersama bahwa tren kenaikan mobilitas ternyata tidak hanya dialami provinsi tujuan mudik, tetapi terjadi merata pada 33 dari 34 provinsi di seluruh Indonesia," kata juru bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito di Jakarta, Selasa, 10 Mei 2022.
 
Wiku menuturkan berdasarkan data yang dikutip dari google mobility per 6 Mei 2022 kenaikan mobilitas pada umumnya terjadi pada lokasi retail, rekreasi toko bahan makanan, taman dan pusat transportasi umum. Sementara itu, mobilitas pada tempat kerja dan perkantoran secara keseluruhan mengalami penurunan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sayangnya hal tersebut terjadi pada saat jumlah orang yang dites covid-19 mengalami penurunan. Pada tempat retail dan rekreasi, Sumatra Barat mengalami peningkatan mobilitas sebesar 110 persen. Diikuti Jawa Tengah naik 85 persen dan Lampung naik 81 persen.
 
Kenaikan mobilitas pada toko bahan makanan juga terjadi di Sumatra Barat hingga peningkatan mencapai 153 persen, Lampung 127 persen, dan Jawa Tengah 118 persen. Menurut Wiku, kenaikan persentase mobilitas masyarakat juga dapat dirasakan di taman, pantai dan ruang terbuka umum.
 
Sumatra Barat mengalami peningkatan mobilitas sebesar 280 persen, Riau 225 persen, Lampung 219 persen. Kemudian, di pusat transportasi umum, mobilitas di Lampung mengalami peningkatan sebanyak 237 persen, Jawa Tengah 127 persen, dan Sumatra Barat 71 persen.
 
"Satu-satunya provinsi yang mengalami penurunan mobilitas adalah DKI Jakarta. Penurunan ini terjadi pada empat dari lima lokasi survei dan hanya pada area taman mobilitas meningkat sangat kecil, yaitu 8 persen," ucap Wiku.
 
Baca: Satgas: Indonesia Mulai Transisi dari Pandemi Covid-19 ke Endemi
 
Dengan potensi penularan besar tersebut, Wiku meminta setiap masyarakat untuk sadar akan kondisi dirinya dan segera melakukan tes apabila mengalami gejala covid-19. Seperti batuk, pilek, dan demam supaya tidak membahayakan kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan penderita komorbid.
 
Penerapan hidup sehat, kata dia, harus sudah menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Termasuk, selalu memakai masker yang baik dan benar pada saat bertemu dengan orang lain karena kehidupan pascapandemi yang menuntut semua orang meningkatkan kesadaran kesehatan dan kebersihan diri.
 
"Dalam mempertahankan penurunan kasus yang saat ini sudah sangat signifikan dan demi mencapai aktivitas masyarakat dan kehidupan yang perlahan kembali seperti saat sebelum pandemi maka tidak bosan saya ingatkan bahwa kuncinya adalah kesadaran dan disiplin diri dari masing-masing individu untuk menjaga diri dari menular dan tertular," ujar dia.
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif