Jemaah calon haji kloter pertama embarkasi Surabaya bersiap naik pesawat di Bandara Internasional Juanda Surabaya di Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (9/8). Foto: M Risyal Hidayat/Metrotvnews.com.
Jemaah calon haji kloter pertama embarkasi Surabaya bersiap naik pesawat di Bandara Internasional Juanda Surabaya di Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (9/8). Foto: M Risyal Hidayat/Metrotvnews.com.

Menag Pastikan Tak Ada Calon Jemaah Haji Gagal Berangkat

Whisnu Mardiansyah • 18 Agustus 2016 07:49
medcom.id, Jakarta: Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin memastikan tak ada jemaah haji yang gagal berangkat ke Tanah Suci pada tahun ini. Namun, Lukman mengakui ada beberapa jemaah yang keberangkatannya ditunda lantaran tidak sesuai dengan kelompok terbangnya.
 
"Keberangkatan jemaah haji karena belum keluarnya visa, bahkan ada yang mengatakan penundaan atau pembatalan keberangakatan. Itu tidak benar," kata Lukman di Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (17/8/2016).
 
Lukman mengatakan, Pemerintah sudah mengelompokan keberangkatan jemaah haji ke dalam dua gelombang. Gelombang pertama adalah jemaah yang akan bertolak dari Tanah Air menuju Arab Saudi melalui Madinah. Sedangkan gelombang kedua dari Tanah Air ke Arab Saudi melalui Jeddah. Kloter awal ada di gelombang pertama dan kloter akhir ada di gelombang kedua.

Baca: Gagal Bayar, Ratusan Calon Haji Asal Yogya Batal Berangkat
 
Meski keberangkatan ini telah diatur, toh masih ada sebagian jemaah haji yang seharusnya berangkat pada gelombang kedua, 22 Agustus, nekat berangkat pada gelombang pertama. Sebab, mereka dijanjikan salah seorang petugas bisa berangkat di gelombang pertama.
 
Menag Pastikan Tak Ada Calon Jemaah Haji Gagal Berangkat
Jemaah calon haji di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Jawa Tengah. Foto: Metrotvnews.com/Pythag Kurniati.
 
"Perpindahan jemaah bisa mempengaruhi konfigurasi kloter karena kekosongan seat harus diisi jemaah lain. Ini kan bisa merusak sistem yang ada. Jadi mutasi kloter bisa dengan alasan sakit atau meninggal dunia," jelas dia.
 
Para jemaah haji itu nekat berangkat tidak sesuai jadwal karena berbagai alasan. Di antaranya, mereka ingin serombongan dengan sanak keluarganya, tetangganya, dan kawan sekampungnya yang berangkat di gelombang pertama.
 
"Tentu visanya belum selesai karena pengurusan visa itu bertahap. Jadi prioritas pada gelombang I dulu baru bepindah ke gelombang II. Kementerian Agama tidak mungkin berangkatkan seseorang yang visa dan paspornya belum siap. Tidak bisa berangkat lalu mereka bilang bahwa saya tertunda keberangkatannya," jelas Lukman.
 
Lihat: 178 Calon Haji asal Sukabumi Belum Kantongi Visa
 
Menag mengatakan, saat ini tersisa 262 calon jemaah haji yang belum keluar visanya. Namun, politikus PPP ini memastikan visa para jemaah gelombang kedua ini sudah selesai sebelum 22 Agustus. Sehingga, para jemaah gelombang dua bisa berangkat dengan lancar.
 
"Saya ingin tegaskan sekali lagi bahwa seluruh visa untuk Gelombang I sudah final dan 100 persen jadi sudah tidak ada masalah sebenarnya sambil lalu berangsur menuntaskan visa di gelombang II," tegas dia.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(AZF)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>