medcom.id, Jakarta: Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti mengungkapkan tersangka peledakan bom di Mall Alam Sutra, Leopard Wisnu Kumala, merangkai lima bom jenis Triacetone Triperoxide (TATP).
"Dia sudah membuat lima bom TATP, dua bom meledak, dua bom gagal meledak, dan satu bom dijinakkan oleh petugas," ujar Krishna dalam konferensi pers di Main Hall, Mapolda Metro Jaya, Kamis (29/10/2015).
Bom-bom itu coba untuk diledakkan pada 6 Juli, 9 Juli, dan 28 Oktober. Pada 6 Juli, bom diletakan di Food Hall Mal Alam Sutera. Bom yang menggunakan kaleng racun antiserangga itu gagal meledak.
Lalu pada 9 Juli, bom cair tersebut meledak di toilet pria kantin karyawan Mall Alam Sutera. Beruntung tak ada korban jiwa dalam insiden itu.
"Pada 9 Juli, bom diledakkan di kamar mandi Mall Alam Sutra dinding kaca kloset dan pada saat itu tidak menimbulkan korban," ujar Krishna.
Namun dari peristiwa itu, polisi mempelajari jenis bom dan modus yang dilakukan pelaku. "Dari gelar perkara, kami simpulkan bahan bom ini sangat berbahaya," lanjut Krishna.
Di tempat yang sama, yakni toilet pria Mall Alam Sutra, bom meledak pada Rabu 28 Oktober. Seorang karyawan jadi korban, kakinya terluka lumayan parah.
medcom.id, Jakarta: Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti mengungkapkan tersangka peledakan bom di Mall Alam Sutra, Leopard Wisnu Kumala, merangkai lima bom jenis Triacetone Triperoxide (TATP).
"Dia sudah membuat lima bom TATP, dua bom meledak, dua bom gagal meledak, dan satu bom dijinakkan oleh petugas," ujar Krishna dalam konferensi pers di Main Hall, Mapolda Metro Jaya, Kamis (29/10/2015).
Bom-bom itu coba untuk diledakkan pada 6 Juli, 9 Juli, dan 28 Oktober. Pada 6 Juli, bom diletakan di Food Hall Mal Alam Sutera. Bom yang menggunakan kaleng racun antiserangga itu gagal meledak.
Lalu pada 9 Juli, bom cair tersebut meledak di toilet pria kantin karyawan Mall Alam Sutera. Beruntung tak ada korban jiwa dalam insiden itu.
"Pada 9 Juli, bom diledakkan di kamar mandi Mall Alam Sutra dinding kaca kloset dan pada saat itu tidak menimbulkan korban," ujar Krishna.
Namun dari peristiwa itu, polisi mempelajari jenis bom dan modus yang dilakukan pelaku. "Dari gelar perkara, kami simpulkan bahan bom ini sangat berbahaya," lanjut Krishna.
Di tempat yang sama, yakni toilet pria Mall Alam Sutra, bom meledak pada Rabu 28 Oktober. Seorang karyawan jadi korban, kakinya terluka lumayan parah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(KRI)