Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Satpol PP Pembobol Bank DKI Bermodal Rp4 Ribu

Nasional satpol pp
Candra Yuri Nuralam • 22 November 2019 16:23
Jakarta: Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan oknum Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang membobol ATM Bank DKI bermodal Rp4 ribu. Pembobolan ini berawal dari ketidaksengajaan saat menarik uang tunai.
 
"Modus operasinya adalah mengambil uang di ATM bersama sesuai dengan apa yang diinginkan, kemudian yang terpotong dalam rekeningnya itu hanya Rp4 ribu," kata Yusri di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat 22 November 2019.
 
Menyadari hal itu, pelaku kemudian memberi tahu rekan-rekannya. Peristiwa itu kemudian dibeberkan ke orang lain sehingga pembobolan terjadi berkali-kali.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kalau mengambil itu karena dia merasa cuma terpotong Rp4 ribu, itu yang pertama, dia ulangi berapa kali kemudian disampaikan ke teman-temannya," ujar Yusri.
 
Yusri mengatakan cara ini sudah dilakukan oleh banyak orang sejak bulan April 2019 sampai Oktober 2019. Kerugian Bank DKI ditaksir mencapai Rp50 miliar.
 
"Tapi berdasarkan dari hasil audit yang ada dikatakan bahwa hampir sekitar Rp50 miliar," ucap Yusri.
 
Sebanyak 12 anggota Satpol PP DKI Jakarta terseret kasus pembobolan ATM. Mereka menggerus Rp32 miliar dari Bank DKI. Mereka lupa daratan setelah saldo tabungannya tak berkurang sesudah menarik uang dari ATM. Aksi tersebut dilakukan sejak Mei 2019.
 
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta kasus dugaan pembobolan ATM diselesaikan secara hukum. Anggota Satpol PP DKI yang terlibat dibebastugaskan sementara waktu untuk mengikuti proses hukum.
 
"Kita tahu itu merupakan pelanggaran pidana. Kalau pidana itu ada proses hukumnya sendiri," kata Anies di Jakarta, Selasa, 19 November 2019.
 
Kepala Satpol PP DKI Arifin menegaskan tidak ada pencucian uang, korupsi, atau pembobolan Bank DKI oleh anggotanya. Mereka, kata dia, mengambil uang di rekening Bank DKI melalui ATM Bersama tetapi saldonya tidak berkurang. Para petugas Satpol PP yang terlibat bertugas di wilayah Jakarta Barat, Jakarta Timur, dan Provinsi DKI.
 

(NUR)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif