Pantauan udara bencana gempa, tsunami dan likuefaksi di Petobo, Palu. (MI/Ramdani)
Pantauan udara bencana gempa, tsunami dan likuefaksi di Petobo, Palu. (MI/Ramdani)

Pemerintah Butuh 15 Hektare Lahan untuk Korban Gempa Palu

Nasional Gempa Donggala
Damar Iradat • 08 Oktober 2019 15:43
Jakarta: Pemerintah masih membutuhkan lahan seluas 15 hektare untuk merelokasi warga yang terdampak gempa, tsunami, dan likuifaksi di Sulawesi Tengah pada 2018. Relokasi ini diperlukan karena rumah warga mengalami kerusakan parah dan berada di lokasi rawan bencana.
 
"Mudah-mudah bisa selesai," kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 8 Oktober 2019.
 
Sampai saat ini terdapat 11.643 rumah warga yang telah dibangun lewat program relokasi. Kementerian PUPR membantu pembangunan untuk 8.788 rumah, AHA Center 75 rumah, dan Mayapada Foundation 100 rumah. Bantuan dari Yayasan Buddha Tzu Chi yang sudah dikerjakan sebanyak 2.500 rumah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengatakan warga yang terdampak bencana akan mendapatkan bantuan barupa tanah, dan bangunan dalam program relokasi. Warga bisa membangun rumahnya sendiri jika tetap berada di lokasi terdampak. Dalam pembangunan hunian tetap, pemerintah akan bekerja sama dengan pihak swasta.
 
"Kalau insitu (tetap membangun di lokasi yang sama), masyarakat (bangun) sendiri. Kalau huntap (Hunian Tetap) kelihatannya kita kontrakkan ke swasta supaya lebih cepat," tuturnya.
 
Ratusan kepala keluarga korban gempa dan likuifaksi di Palu, Sulawesi Tengah, masih tinggal di tenda. Mereka belum mendapatkan hunian sementara (huntara).
 
Anggota Yayasan Sikola Mombine, Nur Safitri, menyebut masih terdapat tenda-tenda penyintas gempa di sejumlah titik. Kondisi para penyintas pun mulai memprihatinkan.
 
Penyintas yang masih di tenda mulai dari lansia, dewasa, anak-anak, dan bayi. Tenda yang dihuni mulai bocor dan tidak nyaman. Para penyintas juga tak mendapatkan jaminan hidup.
 

 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif