Menkumham Yasonna Laoly. Medcom.id/M Sholahadhin Azhar
Menkumham Yasonna Laoly. Medcom.id/M Sholahadhin Azhar

Yasonna Minta Maaf kepada Warga Priok

Nasional tanjung priok
M Sholahadhin Azhar • 22 Januari 2020 19:37
Jakarta: Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly meminta maaf kepada warga Tanjung Priok, Jakarta Utara. Dia sempat didemo warga setelah dianggap melecehkan mereka.
 
"Apa yang saya sampaikan saat acara resolusi pemasyarakatan 2020 di Lapas (Lembaga Pemasyarakatan) Narkotika Kelas II A Jakarta, itu sama sekali tidak dimaksudkan untuk menyinggung perasaan saudara-saudara di Tanjung Priok," kata Yasonna di Kantor Kemenkumham, Jakarta, Rabu, 22 Januari 2020.
 
Menurut dia, ada penafsiran yang berbeda atas ucapannya tentang para kriminal yang bercokol di Priok. Yasonna mengaku tak bermaksud demikian.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kedua, saya menyampaikan juga terima kasih bahwa saya diingatkan oleh saudara-saudara saya warga Tanjung Priok," kata Yassona.
 
Dalam acara pada Kamis, 16 Januari itu, Yasonna memaparkan materi kepada Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Suhardi Alius dan petinggi lembaga penegak hukum lain. Yang dimaksud Yasonna mengenai Priok sebagai tempat kriminal, sama sekali tak benar.
 
Dia berharap usai konferensi pers ini, semua pihak bisa menyatukan hati sebagai sesama anak bangsa. Dia ingin semua pihak bersatu
 
"Ketimbang kita mencari soal-soal yang sehingga semua masyadakat bisa dapat menghentikan perbedatan-perdebatan justru memicu kerancuan-kerancuan," kata dia.
 
Saat berkunjung ke Lapas Narkotika Kelas IIA Jatinegara, Jakarta, Yasonna menyebut kemiskinan sumber tindakan kriminal. Dia membandingkan kehidupan di Tanjung Priok yang terkenal keras, dengan kawasan elite Menteng, Jakarta Pusat.
 
"Yang membuat itu menjadi besar adalah penyakit sosial yang ada. Itu sebabnya, kejahatan lebih banyak terjadi di daerah-daerah miskin. Slum area(daerah kumuh), bukan di Menteng. Anak-anak Menteng tidak, tapi coba pergi ke Tanjung Priok. Di situ ada kriminal, lahir dari kemiskinan," sebut Yasonna.
 
Ucapan itu membuat warga Priok meradang. Mereka menggelar demo meminta Yasonna mengklarifikasi ucapannya. Mereka kecewa kepada Yasonna.
 
"Tadi perwakilan ketemu, tapi Pak Menterinya melarikan diri. Pak Menteri enggak ada tapi saya tegaskan Pak Menteri harus minta maaf 2x24 jam," kata perwakilan warga di Kantor Kemenkumham.
 
Massa memberikan Yasonna dua pilihan: minta maaf atau mundur dari jabatannya sebagai menteri. Pasalnya, pernyataan Yasonna terkait Priok tak pantas diucapkan.
 
"Ini bentuk pelecehan sosial, ini bentuk penyudutan pada otak kita. Jadi Pak Menteri harus berpikir warga Priok sakit hati," lanjut orator.
 

 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif