Wakil Presiden Jusuf Kalla - Medcom.id/Husen Miftahudin.
Wakil Presiden Jusuf Kalla - Medcom.id/Husen Miftahudin.

Wapres Sindir Usaha Tambang Rusak Lingkungan dan Hutan

Nasional lingkungan hidup bencana banjir
Husen Miftahudin • 11 Juli 2019 13:30
Jakarta: Wakil Presiden Jusuf Kalla menyindir daerah-daerah tambang yang merusak hutan. Ini memicu terjadinya banjir besar pada beberapa wilayah di Indonesia.
 
"Kita lihat saja contoh, kenapa banjir di Konawe dan Samarinda hebat? Karena dua-duanya daerah tambang yang merusak hutan," ketus JK dalam sambutannya di pembukaan Pekan Lingkungan Hidup dan Kehutanan, JCC, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis, 11 Juli 2019.
 
Banjir di Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), jelas JK, lantaran hutan dibabat habis untuk usaha pertambangan nikel. Begitu pula dengan bencana banjir yang melanda Samarinda yang ditengarai terjadi akibat usaha tambang batu bara.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Konawe habis hutannya karena ditambang untuk nikel, di Samarinda dan sekitarnya habis juga hutan dirambah untuk batu bara. Maka rusaklah Samarinda, banjirlah Samarinda dan banjirlah Konawe," tutur Wapres.
 
(Baca juga:Kerugian Akibat Banjir Konawe Utara Mencapai Rp674,8 Miliar)
 
Padahal, menurut JK, hutan merupakan kunci dalam pengendalian bencana banjir dan kekeringan. Bila luas lahan hutan terus berkurang, kemampun hutan menyerap air hujan tergerus sehingga menyebabkan banjir.
 
"Apabila (luas hutan) berkurang, maka pada saat musim hujan air langsung turun ke bawah dan pada musim kering tidak ada lagi sumber air untuk memberikan sumber air di musim kering," beber JK.
 
Maka itu, ia meminta kementerian terkait dan pemerintah daerah untuk lebih tegas kepada perusahaan tambang saat memberi izin usaha tambang. Termasuk pemenuhan kewajiban perusahaan tambang untuk melakukan penghijauan hutan kembali.
 
"Dan juga harus ada upaya-upaya bersama antara kita dan masyarakat. Karena tanpa upaya bersama, baik pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha memahami itu, maka terjadilah seperti yang dialami orang Samarinda dan dialami orang Konawe. Ini suatu masalah utama, kita hadapi secara bersama-sama yang harus diselesaikan bersama-sama dan disiplinkan bersama," pungkas JK.

 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif