Jakarta: Masyarakat DKI Jakarta tampak tak terpengaruh dengan isu virus korona (covid-19). Hal ini terlihat dengan masih padatnya pusat keramaian seperti di hari bebas kendaraan bermotor (HBKB) atau car free day (CFD).
Pantauan Medcom.id di Monumen Selamat Datang atau kawasan Bundaran Hotel Indonesia HI, Jakarta Pusat, kegiatan CFD tetap berjalan seperti biasanya. Jalan MH Thamrin dipenuhi warga yang berolahraga.
Salah satu warga, Nugroho, 27, mengatakan meniadakan CFD justru akan mengundang tanya. Pusat keramaian di luar ruang harus jadi bukti Indonesia tak takut terhadap virus mematikan tersebut.
"Kalau pilihannya ditiadakan sementara itu sama saja artinya Indonesia darurat korona dan pasti bakal timbul kepanikan," kata Nugroho, 27 di lokasi, Minggu, 8 Maret 2020.
Warga asal Depok, Jawa Barat, ini menilai pemerintah harus hati-hati dalam mengeluarkan kebijakan, terlebih untuk pusat keramaian publik. Pemerintah diharapkan terus menjaga kenyamanan publik dalam merespon virus korona.
"Saya melihat pemerintah sudah sangat paham betul sama hal ini karena bakal berdampak di semua sektor kalau pemerintah gegabah dalam pemberian informasi," ujar Nugroho.
Warga lainnya, Yuan, 26, menilai CFD menjadi ajang masyarakat untuk hidup sehat di tengah isu penyakit yang mendunia itu. Meniadakan CFD dikhawatirkan justru membuktikan virus korona sudah mencemaskan.
"Ya selama datang ke CFD buat nikmatin olahraga dan matahari pagi buat apa takut korona. Jangan sampai CFD ditiadakan karena corona, CFD kan guna buat mengurangi polusi udara yang ada di Jakarta," ujar dia.
CFD di Bundaran HI, Jakpus, tetap ramai didatangi warga, Minggu, 8 Maret 2020. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Baca: Wabah Korona, Italia akan Karantina 16 Juta Orang
Kepala Dinas Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) DKI Jakarta Benni Agus Candra mengeluarkan instruksi penghentian layanan perizinan dan nonperizinan yang menghadirkan banyak orang. Instruksi Nomor 27 Tahun 2020 itu kelanjutan dari Instruksi Gubernur Nomor 16 Tahun 2020 tentang Peningkatan Kewaspadaan terhadap Risiko Penularan Infeksi Corona Virus Disease (Covid-19).
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo menegaskan HBKB atau CFD tetap berjalan. Kegiatan rutin Ibu Kota setiap Minggu pagi itu tidak terpengaruh larangan kegiatan yang melibatkan kerumuman orang.
"Jadi untuk HBKB itu berbeda dengan izin keramaian. Ini dalam rangka peningkatan kualitas udara Jakarta," ujar Syafrin, Kamis, 5 Maret 2020.
Jakarta: Masyarakat DKI Jakarta tampak tak terpengaruh dengan isu virus korona (covid-19). Hal ini terlihat dengan masih padatnya pusat keramaian seperti di hari bebas kendaraan bermotor (HBKB) atau car free day (CFD).
Pantauan
Medcom.id di Monumen Selamat Datang atau kawasan Bundaran Hotel Indonesia HI, Jakarta Pusat, kegiatan CFD tetap berjalan seperti biasanya. Jalan MH Thamrin dipenuhi warga yang berolahraga.
Salah satu warga, Nugroho, 27, mengatakan meniadakan CFD justru akan mengundang tanya. Pusat keramaian di luar ruang harus jadi bukti Indonesia tak takut terhadap virus mematikan tersebut.
"Kalau pilihannya ditiadakan sementara itu sama saja artinya Indonesia darurat korona dan pasti bakal timbul kepanikan," kata Nugroho, 27 di lokasi, Minggu, 8 Maret 2020.
Warga asal Depok, Jawa Barat, ini menilai pemerintah harus hati-hati dalam mengeluarkan kebijakan, terlebih untuk pusat keramaian publik. Pemerintah diharapkan terus menjaga kenyamanan publik dalam merespon virus korona.
"Saya melihat pemerintah sudah sangat paham betul sama hal ini karena bakal berdampak di semua sektor kalau pemerintah gegabah dalam pemberian informasi," ujar Nugroho.
Warga lainnya, Yuan, 26, menilai CFD menjadi ajang masyarakat untuk hidup sehat di tengah isu penyakit yang mendunia itu. Meniadakan CFD dikhawatirkan justru membuktikan virus korona sudah mencemaskan.
"Ya selama datang ke CFD buat nikmatin olahraga dan matahari pagi buat apa takut korona. Jangan sampai CFD ditiadakan karena corona, CFD kan guna buat mengurangi polusi udara yang ada di Jakarta," ujar dia.
CFD di Bundaran HI, Jakpus, tetap ramai didatangi warga, Minggu, 8 Maret 2020. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Baca:
Wabah Korona, Italia akan Karantina 16 Juta Orang
Kepala Dinas Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) DKI Jakarta Benni Agus Candra mengeluarkan instruksi penghentian layanan perizinan dan nonperizinan yang menghadirkan banyak orang. Instruksi Nomor 27 Tahun 2020 itu kelanjutan dari Instruksi Gubernur Nomor 16 Tahun 2020 tentang Peningkatan Kewaspadaan terhadap Risiko Penularan Infeksi Corona Virus Disease (Covid-19).
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo menegaskan HBKB atau CFD tetap berjalan. Kegiatan rutin Ibu Kota setiap Minggu pagi itu tidak terpengaruh larangan kegiatan yang melibatkan kerumuman orang.
"Jadi untuk HBKB itu berbeda dengan izin keramaian. Ini dalam rangka peningkatan kualitas udara Jakarta," ujar Syafrin, Kamis, 5 Maret 2020.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(OGI)