Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Curah Hujan di Indonesia Tinggi Akibat La Nina, Kecuali Sumatra

Nasional cuaca ekstrem bencana alam
Anggi Tondi Martaon • 21 Oktober 2020 21:40
Jakarta: Peningkatan curah hujan akibat fenomena La Nina terjadi pada Oktober-November 2020. Peningkatan merata di seluruh wilayah Indonesia kecuali Sumatra.
 
"Sebetulnya hampir di seluruh wilayah Indonesia kecuali pulau Sumatra," kata Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati dalam diskusi virtual yang diselenggarakan oleh Denpasar 12, Rabu, 21 Oktober 2020.
 
Namun, kata dia, bukan berarti hal ini membuat masyarakat  wilayah Sumatra lengah. Sebab, curah hujan di Pulau Swarnadwipa itu tetap tinggi tanpa La Nina.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Bisa mencapai 400 milimeter dalam satu bulan. Curah hujan yang sangat tinggi sehingga semuanya perlu mewaspadai," kata dia.
 
Selain itu, dia menjelaskan fenomena La Nina terjadi akibat permukaan air laut di Samudra Pasifik mengalami penurunan suhu hingga 1 derajat celsius. Sementara itu, perairan Indonesia suhu hangat.
 
Baca: BNPB Terbitkan Surat Edaran Peringatan Dini Cuaca Ekstrem
 
Perbedaan suhu ini mengakibatkan aliran udara basah dari Samudra Pasifik lebih kuat menuju wilayah Indonesia.  Kondisi ini membuat awan hujan yang berpotensi menjadi hujan semakin bertambah.
 
"Di saat bersamaan, kebetulan Indonesia saat ini mengalami musim hujan," kata dia.
 
Dia menyebut peningkatan curah hujan akibat fenomena La Nina mulai berkurang pada Januari-Februari 2021. Hanya sebagian kecil wilayah Indonesia yang mengalami peningkatan curah hujan tinggi.
 
"Pada bulan Januari dan Februari dampak La Nina (terjadi) di wilayah tengah dan utara Indonesia," ujar dia.
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif