Generasi Muda Gemar Mencampuradukkan Bahasa
Kamus besar bahasa Indonesia. (Foto: MI/Susanto)
Jakarta: Pegiat Bahasa Uu Suhardi menyebut generasi muda saat ini gemar mencampuradukkan bahasa Indonesia dengan bahasa asing, terutama Inggris. Menurut dia, mengombinasikan bahasa tidak masalah asalkan hanya pada kalangan terbatas, misalnya komunitas.

"Yang jadi masalah kalau bahasa Indonesia dicampuraduk menjadi bahasa tulis dan tersebar ke kalangan umum," ujarnya melalui sambungan telepon dalam Editorial Media Indonesia, Sabtu, 3 November 2018.

Uu menilai percampuran bahasa Indonesia dan bahasa asing dengan alasan mengikuti perkembangan zaman tidak selamanya tepat. Bahasa Inggris memang diperlukan untuk pergaulan internasional atau agar lebih maju dalam pekerjaan, namun yang paling penting adalah pengutamaan bahasa Indonesia.


"Seperti yang diserukan pemerintah lewat badan bahasa, utamakanlah bahasa Indonesia, lestarikan bahasa daerah, dan kuasai bahasa Inggris," kata dia. 

Uu tak sepakat kemampuan berbahasa Indonesia seseorang bisa muncul secara alami. Sama seperti bahasa asing, bahasa Indonesia juga perlu dipelajari. 

Ia melihat kebanggaan masyarakat terhadap bahasa Indonesia masih kurang. Faktanya, banyak orang lebih suka berbahasa Inggris. Bahkan fasilitas di ruang publik pun kadang menggunakan bahasa Inggris, misalnya penamaan hotel atau pusat perbelanjaan.

"Padahal kecintaan dan kebanggan itu penting. Bukan hanya bangga terhadap bangsa dan negara tapi juga harus bangga pada bahasa Indonesia dan ikut merawatnya," pungkasnya.





(MEL)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id