Seorang warga melintasi mural Presiden Indonesia di Jalan Pedati, Sukmajaya, Depok, Jawa Barat, Jumat (17/8/2012).FOTO: MI/Bary Fathahilah
Seorang warga melintasi mural Presiden Indonesia di Jalan Pedati, Sukmajaya, Depok, Jawa Barat, Jumat (17/8/2012).FOTO: MI/Bary Fathahilah

Peringati Seabad Soeharto, Keluarga Gelar Doa Bersama

Medcom • 08 Juni 2021 12:28
Jakarta: Memperingati satu abad atau 100 tahun kelahiran Presiden Kedua RI Soeharto, pihak keluarga menggelar doa bersama. Doa akan dilakukan di Masjid At-Tin sore ini, Selasa, 8 Juni 2021.
 
"Kami mengajak masyarakat berkumpul memanjatkan doa bersama untuk almarhum Pak Harto (Soeharto) serta membacakan Yasin, tahmid, dan tahlil," kata Ketua Harian Panitia Doa Bersama, Arissetyanto Nugroho, melalui keterangan tertulis.
 
Menurutnya, ratusan peserta akan mengikuti acara tersebut secara luring dengan protokol kesehatan yang ketat. Doa juga akan diikuti secara daring oleh peserta dari ratusan masjid di berbagai wilayah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Acara doa bersama ini akan dipimpin Ahmad Fauzi Lubis. Tahlil akan dipimpin Saifullah Ismail. Dan rencananya ceramah akan diisi oleh Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar.
 
"Pada saat itu juga diserahkan buku Profil 999 Masjid Pak Harto yang dilakukan oleh Panji Adhikumoro Soeharto kepada keluarga. Buku selanjutnya diberikan kepada sejumlah tokoh, antara lain (Menteri Pertahanan) Prabowo Subianto, (Ketua MPR) Bambang Soesatyo, dan (Gubernur DKI Jakarta) Anies Baswedan," kata Arissetyanto.
 
Keluarga Soeharto menjadikan tanggal 8 Juni sebagai hari yang patut dikenang dan disyukuri. Arissetyanto mengatakan, semasa hidupnya, almarhum Soeharto mengabdikan dirinya bagi Indonesia. 
 
Selama memimpin Indonesia, lanjut dia, Soeharto pernah berjasa untuk Indonesia. Seperti, pembangunan ekonomi dan pertanian. Soeharto disebut mampu menurunkan tingkat inflasi dari 650 persen menjadi 12 persen dalam beberapa tahun pertama kepemimpinannya. 
 
"Selama Pak Harto menjadi Presiden, ekonomi Indonesia sempat tumbuh rata-rata secara konstan di atas 7 persen per tahun. Bahkan pernah di atas 9 persen pada awal-awal kepemimpinannya," kata Arissetyanto.
 
Ia berharap satu abad kelahiran Soeharto ini menjadi momentum untuk menghidupkan semangat, menemukan, dan meraih keteladanan dari segala kiprahnya semasa hidup.
 
(UWA)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif