Juru bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito. DOK BPMI Setpres
Juru bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito. DOK BPMI Setpres

180 Kabupaten Kota Masuk Zona Merah, Satgas: Terbanyak Sepanjang Pandemi

Nasional Virus Korona kemenkes pandemi covid-19 zona covid-19 protokol kesehatan Satgas Covid-19
Kautsar Widya Prabowo • 22 Juli 2021 19:53
Jakarta: Juru bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan perkembangan zona merah atau berisiko tinggi menunjukkan perkembangan yang tidak baik. Daerah yang masuk zona merah mengalami peningkatan signifikan.
 
"Saat ini kabupaten kota dengan zona risiko tinggi menjadi yang terbanyak sepanjang pandemik yaitu 180 kabupaten kota," ujar Wiku dalam konferensi pers secara virtual, Kamis, 22 Juli 2021.
 
Wiku menjelaskan 180 daerah yang masuk zona merah mayoritas berada di Jawa Timur sebanyak 33 kabupaten dan kota. Kemudian, Jawa Tengah 29 kabupaten dan kota dan Jawa Barat 21 kabupaten dan kota.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, Wiku menyebut angka kematian mengalami peningkatan. Dalam enam hari terakhir, angka kematian akibat covid-19 mencapai lebih dari 1.000 jiwa per hari.
 
(Baca: Satgas Covid-19: 1.000 Lebih Kematian per Hari Bukan Sekadar Angka)
 
"Ini tidak dapat ditoleransi lagi. Karena ini bukan sekadar angka, didalamnya ada keluarga, kerabat, kolega, dan orang-orang tercinta meninggalkan kita," kata dia.
 
Permasalahan ini harus segera terselesaikan sebelum pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat dilonggarkan. Wiku meminta masyarakat dapat bahu membahu meningkatkan testing dan menurunkan angka kematian.
 
"Perkembangan yang sudah baik seperti kasus positif, kasus aktif, dan BOR (bed occupancy rate) harian yang menunjukkan penurunan serta kesembuhan yang meningkat ini harus terus kita pertahankan dengan begitu zonasi risiko wilayah-wilayah yang saat ini berada di zona merah dapat segera membaik," papar dia.
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif