Ilustrasi. Medcom.id/Mohammad Rizal.
Ilustrasi. Medcom.id/Mohammad Rizal.

Pernikahan Dini Pengungsi Palu Kian Marak

Nasional Pernikahan Dini
Fachri Audhia Hafiez • 17 Mei 2019 01:54
Palu: Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Palu, Sulawesi Tengah menemukan anak-anak di bawah umur korban gempa, tsunami dan likuefaksi yang terpaksa dinikahkan. Pernikahan itu diduga dilakukan akibat pergaulan bebas.
 
Kepala DP3A Kota Palu Irmayanti Pettalolo mengatakan jumlah pernikahan dini itu mengalami peningkatan pascaanak-anak pengungsi di bawah umur tersebut menempati selter atau tenda pengungsian, maupun hunian sementara (huntara).
 
"Situasi sekarang perkawinan anak meningkat. Ada beberapa anak-anak di bawah umur yang harus dinikahkan karena kondisi pada waktu pasca bencana," kata Irmayanti saat berdialog dengan perwakilan Organisasi Dana Anak-anak Dunia (UNICEF) di Kantor Wali Kota Palu, dilansir Antara, Jumat, 17 Mei 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Irmayanti tidak memerinci jumlah anak-anak di bawah umur yang dinikahkan tersebut. Ia juga tidak ingin mengungkap identitas mereka, mengingat usianya yang masih di bawah umur.
 
Menurutnya, peran serta pihak-pihak yang terkait yang bergerak dalam perlindungan perempuan dan anak, baik dari pemerintah maupun non pemerintah seperti UNICEF sangat penting untuk mengatasi persoalan tersebut.
 
"Kontrol orang tua yang hidup di tenda-tenda ini tidak seperti biasanya saat tinggal di rumah jadi mereka tidak bisa mengetahui anaknya keluyuran ke mana. Ada beberapa selter itu tempat yang anak-anak itu dinikahkan di bawah umur. Anak-anak usia SMP," ucap dia.
 
Wali Kota Palu Hidayat dalam pertemuan tersebut mengemukakan jika percepatan pembangunan dan penyelesaian hunian tetap (huntap) sangat penting dilakukan. Dia yakin huntap menjadi solusi terbaik untuk mengatasi persoalan tersebut.
 
Hidayat mengatakan hidup di tenda pengungsian dan di huntara dalam beberapa bulan, menimbulkan permasalahan-permasalahan sosial. Imbasnya dihadapi dan dialami anak-anak dan perempuan.
 
"Saya berjuang agar mereka cepat dapat huntap. Kalau begini ini anak-anak dan perempuan yang sangat rentan. Boleh dibilang saya ini mengemis huntap baik kepada lembaga, yayasan atau organisasi non pemerintah dan pemerintah," ucap Hidayat.
 

(SCI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif