Tersangka ditangkap. Ilustrasi: Medcom.id.
Tersangka ditangkap. Ilustrasi: Medcom.id.

Pencuri Pistol Brimob Saat Kerusuhan Ditangkap

Nasional Demo Massa Penolak Pemilu
Siti Yona Hukmana • 12 Juni 2019 14:44
Jakarta: Polres Metro Jakarta Barat menangkap pencuri senjata api (senpi) Glock 17 milik Brigade Mobil (Brimob) saat kerusuhan Rabu, 22 Mei 2019. Pelaku adalah Supriatna Jaelani alias Vianz Jinkz, 29.
 
"Iya benar ditangkap Selasa, 11 Juni 2019, pukul 04.00 WIB," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu, 12 Juni 2019.
 
Supriatna diringkus di kediamannya Perumahan Cahaya Darusalam Blok B2 Nomor 50 Setu Jengkol, Bekasi, Jawa Barat. Penangkapan dilakukan setelah polisi menerima laporan dengan nomor LP/432/V/2019/PMJ/Restro Jakbar pada 22 Mei 2018. Atas laporan itu, polisi menyelidiki lebih lanjut dengan cara pengamatan, analisa CCTV, dan informasi dari warga.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Berdasarkan temuan, pelaku Supriatna merupakan pelaku yang memecahkan kaca mobil Brimob dan mencuri tas yang berisikan senpi Glock 17 dan tas merk Tumi di Slipi, Jakarta Barat, saat kerusuhan 22 Mei 2019 pukul 11.45 WIB," ungkap Argo.
 
Setelah ditangkap, polisi menginterogasi pelaku. Ia mengakui perbuatannya telah memecahkan mobil Brimob dan mengambil barang yang ada di dalam mobil tersebut.
 
"Pelaku mengakui bahwa benar sesuai CCTV pelaku mengambil tas yang berisi uang Rp50 juta, STNK motor, ATM, kartu anggota dan senjata api dari mobil Brimob yang telah dirusak pelaku dan massa," beber Argo.
 
Argo menyebut uang Rp50 juta yang dicuri pelaku itu telah dipergunakan untuk membeli burung, membayar utang dan membeli emas. "Barang bukti tas, ATM, dan kartu anggota dibakar untuk menghilangkan barang bukti," sebut Argo.
 
Baca: Wiranto: Korban Jiwa Bukan di Arena Demonstrasi
 
Di kediamannya polisi mengamankan sejumlah barang bukti. Bentuk itu di antaranya satu pucuk senjata Glock 17, satu sepeda motor Honda Vario berpelat B 3418 BRT, satu ponsel Samsung, satu ponsel Vivo, 13 butir peluru, satu jaket, satu cincin emas, satu kalung emas, satu gelang emas, satu celana, satu pasang sepatu dan uang tunai Rp1.135.000.
 
Supriatna disangkakan Pasal 1 ayat 1 Undang-Undang (UU) Nomor 12 Tahun 1951 tentang UU Darurat dan Pasal 363 KUHPidana dan Pasal 170 KUHPidana. Ia diduga telah melakukan pencurian dengan pemberatan dan atau perusakan dan atau penyalahgunaan senjata api.
 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif