Pesantren kilat Media Group - Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo.
Pesantren kilat Media Group - Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo.

Pertama Kali Pesantren Kilat Media Group Dibuka untuk Semua Kalangan

Nasional Ramadan 2019
Kautsar Widya Prabowo • 26 Mei 2019 15:21
Jakarta: Pesantren kilat Media Group pada 2019 atau 1440 Hijriyah (H) mendapat respons cukup baik dari karyawan dan masyarakat sekitar. Pasalnya, jumlah peserta naik siginifikan.
 
Ketua Panitia Ramadan Media Group khusus pesantren kilat, Iis Zatnika, mengatakan pada tahun ini jumlah pesantren kilat mencapai 100 orang. Angka tersebut berbanding jauh pada 2018 sebanyak 50 orang.
 
"Tahun ini mengalami peningkatan peserta mencapai 100 persen, tahun lalu 50 peserta sekarang sudah mencapai 100 orang, jumlah laki-laki dan perempuannya seimbang 50 peserta 50 perserta," ujarnya kepada Medcom.id di Masjid Nursia Daud Paloh, Kedoya, Jakarta Barat, Minggu, 26 Mei 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia menyebut respons positif ini sudah terlihat sejak awal pendaftaran mencapai 150 peserta. Namun, karena adanya keterbatasan peserta, diputuskan menjadi 100 peserta, bedasarkan peserta yang mendaftar lebih awal.
 
Kenaikan peserta yang signifikan ini dilatarbelakangi pelibatan masyarakat sekitar untuk mendaftarkan buah hatinya dalam pesantren kilat Media Group. Tahun lalu, acara ini hanya diperuntukan anak-anak karyawan Media Group.
 
Pertama Kali Pesantren Kilat Media Group Dibuka untuk Semua Kalangan
Pesantren kilat Media Group - Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo.
 
"Kita libatkan dari warga-warga sekitar, anak-anak ini yang sebelumnya mengikuti pengajian Senin dan Kamis di Masjid Nursiah Paloh," tambah dia.
 
Dari 100 peserta yang hadir, 30 peserta adalah anak dari warga sekitar, sedangkan 70 peserta anak dari karyawan Media Group. Mereka dibagi menjadi dua gelombang yakni Sabtu, 25 Mei 2019 dan Minggu, 26 Mei 2019.
 
Adapun pesantren kilat diisi kegiatan bermanfaat. Mulai dari membuat yel-yel, mendengarkan dongeng Islami, menghafal surat-surat Alquran, motivasi menggapai mimpi hingga tur ke gedung Media Indonesia.
 
Iis mengatakan berkeliling kantor Media Group sebagai wujud edukasi kepada anak-anak untuk mengetahui secara langsung kerja orang tuanya. Sedangkan untuk masyarakat sekitar dapat mengetahui cara kerja di Media Group.
 
"Mereka warga mereka hanya melihat di luar tembok saja, karyawannya pakai seragam keren, (jadi tahu) oh ternyata yang sering lewat di depan rumah kerjanya kaya gini, ini untuk menyambungkan silahturahmi masyarakat sekitar," pungkas dia.
 

 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif