Jakarta: Puasa Asyura merupakan puasa sunah yang dianjurkan dikerjakan di bulan Muharam. Puasa yang dilaksanakan pada 10 Muharram ini memiliki banyak keutamaan.
Puasa 10 Muharram atau dikenal dengan puasa Asyura memiliki keistimewaan yang luar biasanya, di antaranya adalah puasa yang utama setelah puasa Ramadan. Nabi Muhammad SAW bersabda, "Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadan adalah puasa di bulan Muharram." (HR. Muslim)
Selain itu, puasa Asyura juga menjadi pembeda dengan puasanya orang Yahudi. Selain itu dalam hadis riwayat Imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda:
"Puasa Asyura seperti berpuasa 30 hari, dan setiap pintu surga dibuka untuknya."
Dalam hadis yang diriwayatkan Imam Muslim, Rasulullah SAW menyampaikan bahwa keutamaan puasa Asyura adalah melebur dosa setahun.
Artinya: “Diriwayatkan dari Abu Qatadah ra: sungguh Rasulullah saw bersabda pernah ditanya tentang keutamaan puasa hari Asyura, lalu beliau menjawab: ‘Puasa Asyura melebur dosa setahun yang telah lewat’.” (HR Muslim).
Mengerjakan Asyura dapat menjadi sebuah bentuk menghargai hari yang dicintai Rasulullah SAW. Hal ini seperti yang disampaikan oleh Ibnu Abbas:
“Saya tidak pernah melihat Rasulullah berpuasa pada suatu hari karena ingin mengejar keutamaannya selain hari ini (Asyura) dan tidak pada satu bulan selain bulan ini (Ramadhan).” (HR. Al-Bukhari)
Baca Juga :
Jadwal Puasa Sunah Juni 2026, Lengkap dari Senin Kamis hingga Tasua dan Asyura
Jadwal Puasa Asyura
Berdasarkan kalender hijriah Indonesia yang dirilis Kementerian Agama RI, 1 Muharram 1448 jatuh pada tanggal Rabu, 17 Juni 2026.
Dengan menggunakan acuan tersebut maka puasa Asyura (10 Muharram 1448 H) jatuh di hari Jumat, 26 Juni 2026.
Niat Puasa Sunnah Asyura (10 Muharram)
Sedangkan untuk lafal niat puasa sunnah Asyura pada malam hari adalah:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ ِعَا شُورَاء لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatil âsyûrâ lillâhi ta‘âlâ.
Artinya: “Aku berniat puasa sunnah Asyura esok hari karena Allah Swt.”
Jakarta:
Puasa Asyura merupakan puasa sunah yang dianjurkan dikerjakan di bulan Muharam. Puasa yang dilaksanakan pada 10 Muharram ini memiliki banyak keutamaan.
Puasa 10 Muharram atau dikenal dengan puasa Asyura memiliki keistimewaan yang luar biasanya, di antaranya adalah puasa yang utama setelah puasa Ramadan. Nabi Muhammad SAW bersabda, "Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadan adalah puasa di bulan Muharram." (HR. Muslim)
Selain itu, puasa Asyura juga menjadi pembeda dengan puasanya orang Yahudi. Selain itu dalam hadis riwayat Imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda:
"Puasa Asyura seperti berpuasa 30 hari, dan setiap pintu surga dibuka untuknya."
Dalam hadis yang diriwayatkan Imam Muslim, Rasulullah SAW menyampaikan bahwa keutamaan puasa Asyura adalah melebur dosa setahun.
Artinya: “Diriwayatkan dari Abu Qatadah ra: sungguh Rasulullah saw bersabda pernah ditanya tentang keutamaan puasa hari Asyura, lalu beliau menjawab: ‘Puasa Asyura melebur dosa setahun yang telah lewat’.” (HR Muslim).
Mengerjakan Asyura dapat menjadi sebuah bentuk menghargai hari yang dicintai Rasulullah SAW. Hal ini seperti yang disampaikan oleh Ibnu Abbas:
“Saya tidak pernah melihat Rasulullah berpuasa pada suatu hari karena ingin mengejar keutamaannya selain hari ini (Asyura) dan tidak pada satu bulan selain bulan ini (Ramadhan).” (HR. Al-Bukhari)
Jadwal Puasa Asyura
Berdasarkan kalender hijriah Indonesia yang dirilis Kementerian Agama RI, 1 Muharram 1448 jatuh pada tanggal Rabu, 17 Juni 2026.
Dengan menggunakan acuan tersebut maka puasa Asyura (10 Muharram 1448 H) jatuh di hari Jumat, 26 Juni 2026.
Niat Puasa Sunnah Asyura (10 Muharram)
Sedangkan untuk lafal niat puasa sunnah Asyura pada malam hari adalah:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ ِعَا شُورَاء لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatil âsyûrâ lillâhi ta‘âlâ.
Artinya: “Aku berniat puasa sunnah Asyura esok hari karena Allah Swt.”
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda(RUL)