Tujuh penerima Svarna Bhumi Award 2026 berfoto bersama usai menerima penghargaan. (Foto: Metrotvnews.com/Widjokongko)
Tujuh penerima Svarna Bhumi Award 2026 berfoto bersama usai menerima penghargaan. (Foto: Metrotvnews.com/Widjokongko)

7 Tokoh Inspiratif Raih Svarna Bhumi Award 2026, Buktikan Kekuatan Inovasi Pangan Nusantara

Muhammad Syahrul Ramadhan • 03 September 2026 17:22
Ringkasnya gini..
  • Panggung apresiasi yang digelar oleh PT Pupuk Indonesia (Persero) bersama BenihBaik.com dan Kick Andy Metro TV di Grand Studio Metro TV.
  • Penghargaan ini diberikan dalam tiga kategori, yakni Pahlawan Pangan, Satya Pangan Loka, dan Special Achievement.
  • 7 tokoh pembawa perubahan nyata bagi ketahanan pangan dan pemberdayaan masyarakat agrikultur resmi dinobatkan sebagai peraih Svarna Bhumi Award 2026.
Jakarta: Tujuh tokoh pembawa perubahan nyata bagi ketahanan pangan dan pemberdayaan masyarakat agrikultur resmi dinobatkan sebagai peraih Svarna Bhumi Award 2026. Kiprah para pahlawan pangan ini membuktikan dedikasi, adopsi teknologi, serta kepedulian sosial mampu mengurai persoalan klasik rantai pasok pertanian di Indonesia dari hulu hingga ke hilir.

Panggung apresiasi yang digelar oleh PT Pupuk Indonesia (Persero) bersama BenihBaik.com dan Kick Andy Metro TV di Grand Studio Metro TV, Jakarta, Jumat, 21 Agustus 2026, menampilkan ragam rekam jejak perjuangan yang luar biasa. Penghargaan ini diberikan dalam tiga kategori, yakni Pahlawan Pangan, Satya Pangan Loka, dan Special Achievement.

Hilirisasi Berbasis Pemberdayaan Desa

 
Ella Rizki Farihatul Maftuhah
Ella Rizki Farihatul Maftuhah mengembangkan olahan kelapa bernilai tambah sekaligus memberdayakan petani dan masyarakat di Desa Trenten, Magelang. (Foto: Metrotvnews.com/Widjokongko)

Pada kategori Pahlawan Pangan, sejumlah tokoh terbukti berhasil mengangkat komoditas desa menembus pasar internasional. Ella Rizki Farihatul Maftuhah, pendiri Kelompok Wanita Tani Nira Lestari, sukses mengubah nasib kaum ibu di Desa Trenten, Magelang.

Ia mengubah kelapa mentah menjadi produk bernilai tinggi seperti gula semut dan virgin coconut oil, serta membina lebih dari 500 petani hingga produknya diekspor ke Malaysia. Keuntungan dari ekspor tersebut kemudian dikelola untuk memberikan beasiswa anak petani dan layanan kesehatan gratis.
 
Asri Saraswati dan Andhika Mahardika
Asri Saraswati dan Andhika Mahardika mengembangkan Agradaya dengan memberdayakan petani rempah dan menerapkan teknologi pengeringan hasil panen. (Foto: Metrotvnews.com/Widjokongko)

Jejak hilirisasi serupa ditorehkan oleh pasangan Asri Saraswati dan Andhika Mahardika melalui Agradaya di Yogyakarta. Meninggalkan hiruk-pikuk kota, mereka merangkul petani rempah dan memperkenalkan teknologi 'Rumah Surya' untuk pengeringan hasil panen. Kini, produk rempah Agradaya mampu diekspor dalam hitungan tonase ke Jepang, Australia, hingga Eropa.

"Semoga hilirisasi di Indonesia bukan hanya untuk tambang dan nikel, tapi untuk hasil hutan dan hasil pertanian Indonesia," ujar Asri saat menyampaikan pidato kemenangannya.

Transformasi Digital dan Regenerasi Petani


Bukti regenerasi petani modern terlihat dari kiprah A.A Gede Agung Wedhatama selaku inisiator Komunitas Petani Muda Keren (PMK) di Bali. Ia mendobrak stigma profesi petani melalui penerapan smart farming, di mana penyiraman dan pemantauan pH tanah dikontrol melalui telepon genggam. Koperasi PMK yang membawahi ribuan anggota ini juga berhasil membuka pasar ekspor untuk buah tropis, memberikan stabilitas harga jual yang bermartabat.
 A_A Gede Agung Wedhatama
A.A Gede Agung Wedhatama menyampaikan pidato usai menerima Svarna Bhumi Award 2026. Gede merupakan inisiator Komunitas Petani Muda Keren (PMK) di Bali yang mendorong regenerasi petani melalui penerapan teknologi pertanian. (Foto: Metrotvnews.com/Widjokongko)

"Petani adalah emas bangsa. Kemajuan pertanian Indonesia tidak ditentukan oleh luas tanah di negeri ini, tapi bagaimana anak-anak muda kita mau mengolah, mencintai, dan terjun menjadi petani-petani hebat untuk Indonesia," tegas Gede Agung.
 

Perjuangan gigih juga datang dari Fikrang, pemuda asal Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan. Berawal dari anak penggembala sapi yang pernah tinggal di gerobak, Fikrang berhasil merintis usahanya menjadi 'Tambak Milenial'. Dari satu kolam kecil, ia kini mengelola belasan kolam berkapasitas panen 2 ton, sekaligus mendirikan yayasan pendidikan bagi anak-anak pesisir.
 Fikrang
Fikrang mengembangkan Tambak Milenial dari satu kolam kecil hingga mengelola belasan kolam sekaligus mendirikan yayasan pendidikan bagi anak-anak pesisir. (Foto: Metrotvnews.com/Widjokongko)

"Penghargaan ini saya dedikasikan kepada kedua orang tua saya. Mak, Pak, anak yang kau tidurkan di gerobak malam itu, berdiri di sini malam ini," ucap Fikrang dengan penuh haru.

Dedikasi Riset Penyelamat Lahan Kritis


Dari sektor hulu dan akademis, inovasi tingkat tinggi disumbangkan oleh Prof. Dr. Ir. Ali Zul Mashar, M.Si. Ia mendedikasikan 28 tahun waktunya untuk merehabilitasi lahan gambut dan lahan kritis bekas tambang. Temuannya berupa pupuk hayati berbasis 18 mikroba atau 'Mikroba Google' telah diterapkan di berbagai wilayah Indonesia dan diadopsi oleh negara tetangga.

Prof_ Dr_ Ir_ Ali Zul Mashar
 
Prof. Dr. Ir. Ali Zul Mashar mengembangkan inovasi pupuk hayati dan varietas tanaman untuk mendukung produktivitas pertanian serta rehabilitasi lahan. (Foto: Metrotvnews.com/Widjokongko)

Tidak berhenti pada pupuk, Prof. Ali juga menciptakan varietas Kedelai Tropis Migo Garuda yang mampu berproduksi hingga lebih dari 5 ton per hektare, serta Padi Trisakti yang super genjah. Varietas kedelai temuannya bahkan telah disetujui penggunaannya oleh pemerintah pusat untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Kalau pahlawan dulu mengorbankan jiwa dan raganya untuk merebut kemerdekaan, sekarang perjuangan kita adalah bagaimana mewujudkan kedaulatan pangan Indonesia sehingga kita bisa mencukupi pangan rakyat," papar Prof. Ali.

Pengabdian Kemanusiaan Tanpa Batas

 Romo Robertus Pelita
Romo Robertus Pelita tampil dalam tayangan video saat menerima penghargaan Satya Pangan Loka dalam Svarna Bhumi Award 2026 di Jakarta, Jumat, 21 Agustus 2026. (Foto: Metrotvnews.com/Widjokongko)

Apresiasi Satya Pangan Loka diberikan kepada Romo Robertus Pelita atas inovasi pertanian organiknya di Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Ia memperkenalkan metode pertanian organik berbiaya ultra rendah sebagai solusi mengikis tradisi bakar lahan yang merusak alam. Integritasnya terbukti saat ia menolak hadir menerima piala di Jakarta demi turun langsung mendampingi para petani binaannya yang tengah tertimpa bencana gempa bumi.

Sebagai puncaknya, anugerah Special Achievement disematkan kepada Romo Charles Patrick Edward Burrows atau Romo Carolus. Tokoh agama asal Irlandia ini telah mengabdi sejak 1973 di Cilacap, Jawa Tengah. Melalui sistem padat karya berupah pangan, ia berhasil mengajak warga bergotong royong membangun tanggul dan menyulap kawasan rawa bersedimen menjadi 1.500 hektare sawah produktif.
Romo Charles Patrick Edward Burrows
 
Romo Charles Patrick Edward Burrows atau Romo Carolus menyampaikan sambutan usai menerima penghargaan Special Achievement dalam Svarna Bhumi Award 2026 di Jakarta, Jumat, 21 Agustus 2026. (Foto: Metrotvnews.com/Widjokongko)

"Supaya ada filantropis yang kaya tapi suka miskin, mau jadi miskin dari kekayaan untuk membantu orang. Tujuannya supaya mereka direhabilitasikan dari suka kaya menjadi suka miskin," ujar Romo Carolus dengan gaya jenakanya yang khas, menegaskan pentingnya kolaborasi semua pihak untuk mengentaskan kemiskinan dan membangun infrastruktur desa.

 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(RUL)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>