Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi bersama Pendiri BenihBaik.com dan jurnalis Metro TV Andy F Noya dalam sesi Svarna Talk di Svarna Bhumi Award 2026. (Foto: Metrotvnews.com/Widjokongko)
Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi bersama Pendiri BenihBaik.com dan jurnalis Metro TV Andy F Noya dalam sesi Svarna Talk di Svarna Bhumi Award 2026. (Foto: Metrotvnews.com/Widjokongko)

Gelar Svarna Bhumi Award 2026, Pupuk Indonesia Hadirkan Svarna Talk Soroti Kebangkitan Petani Muda

Muhammad Syahrul Ramadhan • 02 September 2026 16:00
Ringkasnya gini..
  • Panggung apresiasi yang diinisiasi oleh PT Pupuk Indonesia (Persero) ini menyoroti pergeseran demografi agrikultur.
  • Melalui sesi Svarna Talk di panggung penganugerahan ini, Pupuk Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat ekosistem pertanian dari hulu ke hilir.
  • Kolaborasi antara petani muda, lembaga periset, dan penyedia sarana produksi diharapkan mampu mempercepat terwujudnya kedaulatan pangan nasional.
Jakarta: Ajang penghargaan Svarna Bhumi Award 2026 resmi digelar dengan menghadirkan segmen dialog khusus Svarna Talk untuk membedah arah transformasi sektor pertanian nasional. Panggung apresiasi yang diinisiasi oleh PT Pupuk Indonesia (Persero) ini menyoroti pergeseran demografi agrikultur yang kini mulai dipimpin oleh generasi muda terdidik dan adaptif terhadap teknologi.

Malam penganugerahan yang memasuki tahun keempat penyelenggaraannya tersebut berlangsung di Grand Studio Metro TV, Jakarta, Jumat, 21 Agustus 2026. Acara ini mempertemukan para pemangku kepentingan pangan, praktisi, hingga inovator dari berbagai pelosok negeri untuk merayakan dedikasi para pahlawan ketahanan pangan nusantara.

Dalam sesi dialog Svarna Talk, jurnalis senior Metro TV Andy F. Noya memandu perbincangan bersama Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero), Rahmad Pribadi, terkait potret perkembangan dunia pertanian Indonesia dalam setahun terakhir. Dialog tersebut menyoroti fenomena baru di mana lulusan sarjana hingga magister mulai banyak yang terjun langsung mengelola sektor agrikultur di berbagai daerah.

Gelar Svarna Bhumi Award 2026, Pupuk Indonesia Hadirkan Svarna Talk Soroti Kebangkitan Petani Muda
(Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi berbincang dengan jurnalis senior Metro TV Andy F. Noya dalam sesi Svarna Talk pada Svarna Bhumi Award 2026 di Jakarta, Jumat, 21 Agustus 2026. (Foto: Metrotvnews.com/Widjokongko)

Rahmad membeberkan sejumlah temuan langsung dari kunjungannya ke lapangan, salah satunya di Sembalun, Nusa Tenggara Barat, di mana kelompok tani produsen bibit bawang putih dipimpin oleh pemuda berusia 30 tahun berpendidikan strata dua (S2). Selain itu, di Parapat, Sumatra Utara, terdapat sarjana muda bernama Alvin yang membudidayakan kopi bernilai Rp3 juta per kilogram dengan metode tumpangsari ramah lingkungan.

"Banyak sekali anak-anak muda yang sekarang ikut terlibat di sektor pertanian. Artinya regenerasi pertanian ini perlahan-lahan betul-betul terjadi," urai Rahmad dalam dialog tersebut.

Ia menilai keterlibatan generasi muda kian terdorong oleh iklim usaha tani yang semakin kondusif, didukung oleh kebijakan pemerintah terkait penurunan harga pupuk dan perbaikan harga jual gabah di tingkat petani.

"Ini sesuatu yang membanggakan bagi kita karena ternyata upaya bersama-sama kolektif seluruh pihak pemerintah, Kementerian Pertanian, dan semuanya mulai menunjukkan hasil," tambahnya.

Selain regenerasi, dialog ini juga menggarisbawahi urgensi integrasi antara riset akademis dan pemanfaatan teknologi di lahan pertanian. Rahmad menegaskan bahwa di tengah keterbatasan lahan dan peningkatan populasi penduduk, penguasaan teknologi menjadi kunci mutlak keberlanjutan pangan.

"Untuk bisa memenuhi kebutuhan pangan di dunia yang lahannya tetap sama bahkan lahan pertanian itu semakin berkurang, maka tidak ada pilihan lain kecuali dengan memanfaatkan teknologi," tegas Rahmad.

Melalui sesi Svarna Talk di panggung penganugerahan ini, Pupuk Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat ekosistem pertanian dari hulu ke hilir. Kolaborasi antara petani muda, lembaga periset, dan penyedia sarana produksi diharapkan mampu mempercepat terwujudnya kedaulatan pangan nasional.


Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(RUL)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>