Jakarta: Mayat bayi ditemukan di dalam selokan di Jalan Batu Tulis IV, Gambir, Jakarta Pusat. Mayat bayi tersebut ditemukan terbungkus plastik.
Awalnya, warga mencurigai adanya plastik berukuran besar di dalam selokan. Mereka kemudian meminta petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Petugas PPSU, Yusuf, menindaklanjuti laporan tersebut dengan mengecek langsung ke lokasi.
"Saat itu saya diminta untuk mengecek sama warga ke saluran itu. Saya lihat emang bungkusannya gede gitu ya, kaki tangan ngemplek gitu," kata Yusuf kepada wartawan, Selasa, 10 Februari 2026.
Yusuf mengaku sempat tidak menyangka bungkusan itu berisi jasad bayi. Untuk memastikan, ia bergegas memanggil rekannya agar turut melakukan pengecekan sekaligus melaporkan temuan tersebut ke pihak kelurahan.
"Abis itu saya lari ke kantor saya panggil temen biar bisa ngecek lagi terus buat bikin laporan ke kelurahan," katanya.
Kapolsek Metro Gambir AKBP Agus Ady Wijaya mengatakan, penemuan jasad bayi terjadi pada pagi hari setelah warga curiga dengan bungkusan plastik merah di dalam selokan dan meminta PPSU memeriksanya.
“Setelah diangkat dari selokan dan dibuka ternyata benar ada mayat bayi,” ucap Agus.
Menurut Agus, setelah memastikan isi bungkusan tersebut, petugas PPSU segera menghubungi kepolisian. Aparat kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara.
“Tidak ada tanda - tanda kekerasan pada bayi tersebut. Jenazah telah dibawa ke RSCM,” ungkapnya.
Hasil pemeriksaan awal menunjukkan bayi tersebut berjenis kelamin laki-laki. Diduga bayi baru saja dilahirkan, terlihat dari tali pusar yang masih menempel.
Untuk kepentingan penyelidikan, jasad bayi dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta. Polisi juga telah meminta keterangan dari sejumlah saksi guna mengungkap kasus tersebut.
Jakarta:
Mayat bayi ditemukan di dalam selokan di Jalan Batu Tulis IV, Gambir, Jakarta Pusat. Mayat bayi tersebut ditemukan terbungkus plastik.
Awalnya, warga mencurigai adanya plastik berukuran besar di dalam selokan. Mereka kemudian meminta petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Petugas PPSU, Yusuf, menindaklanjuti laporan tersebut dengan mengecek langsung ke lokasi.
"Saat itu saya diminta untuk mengecek sama warga ke saluran itu. Saya lihat emang bungkusannya gede gitu ya, kaki tangan ngemplek gitu," kata Yusuf kepada wartawan, Selasa, 10 Februari 2026.
Yusuf mengaku sempat tidak menyangka bungkusan itu berisi jasad bayi. Untuk memastikan, ia bergegas memanggil rekannya agar turut melakukan pengecekan sekaligus melaporkan temuan tersebut ke pihak kelurahan.
"Abis itu saya lari ke kantor saya panggil temen biar bisa ngecek lagi terus buat bikin laporan ke kelurahan," katanya.
Kapolsek Metro Gambir AKBP Agus Ady Wijaya mengatakan, penemuan jasad bayi terjadi pada pagi hari setelah warga curiga dengan bungkusan plastik merah di dalam selokan dan meminta PPSU memeriksanya.
“Setelah diangkat dari selokan dan dibuka ternyata benar ada mayat bayi,” ucap Agus.
Menurut Agus, setelah memastikan isi bungkusan tersebut, petugas PPSU segera menghubungi kepolisian. Aparat kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara.
“Tidak ada tanda - tanda kekerasan pada bayi tersebut. Jenazah telah dibawa ke RSCM,” ungkapnya.
Hasil pemeriksaan awal menunjukkan bayi tersebut berjenis kelamin laki-laki. Diduga bayi baru saja dilahirkan, terlihat dari tali pusar yang masih menempel.
Untuk kepentingan penyelidikan, jasad bayi dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta. Polisi juga telah meminta keterangan dari sejumlah saksi guna mengungkap kasus tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(PRI)