Jakarta: Wakil Presiden Jusuf Kalla bersyukur Indonesia dalam kondisi yang lebih baik ketimbang negara mayoritas Islam lain di Timur Tengah. Indonesia tak merasakan konflik berkepanjangan seperti negara mayoritas Islam lainnya.
"Kita bersyukur di antara kesulitan itu (konflik) Republik Indonesia ada di kondisi lebih baik," kata Kalla saat memberikan sambutan di Kantor Majelis Ulama Indonesia, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Rabu, 6 Juni 2018.
Kalla menyoroti konflik yang terjadi di negara Timur Tengah. Irak, Afghanistan, Palestina, dan Suriah, merupakan deretan negara yang porak poranda karena konflik yang terjadi di negara mereka.
Ia tak menampik Indonesia terkena dampak konflik itu. Kalla menyebut, paham radikal berasal dari negara yang sedang berkonflik. Paham radikal itu pun menyebar ke negara lain.
Kalla mencontohkan insiden bom bunuh diri di Surabaya dan Jalan Thamrin, Jakarta. Peristiwa itu digagas kombatan perang yang baru kembali dari Suriah.
"Dunia Islam itu memang terjadi suatu keadaan dibuat sedemikian rupa dari luar menjadi pecah belah," kata dia.
Mantan Ketua Umum Partai Golkar ini menilai, sejarah penyebaran agama Islam di Indonesia menjadi salah satu alasan benih konflik di Indonesia tak hidup. Islam di Indonesia, kata JK, disebarkan pedagang dari Gujarat dan Arab, bukan dari perang.
"NU dan Muhammadiyah, Ahmad Dahlan itu pedagang," tutur Kalla.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan