Pengamat Intelijen: Segera Beri Kewenangan Tambahan untuk Aparat

Siti Yona Hukmana 16 Mei 2018 08:26 WIB
terorismeTeror Bom di Surabaya
Pengamat Intelijen: Segera Beri Kewenangan Tambahan untuk Aparat
Pengamat Intelejen Andi Widjajanto. Foto: MI/Rommy Pujianto
Jakarta: Pengamat Intelejen Andi Widjajanto menilai aksi terorisme yang terjadi belakangan ini bermotif menebar ketakutan. Menurutnya, teroris akan memanfaatkan situasi ketakutan tersebut. Lantaran itu, ia menyarankan pemerintah memberikan wewenang tambahan untuk menangkal aksi terorisme.

"Yang menjadi masalah, karakter dari serangan teror ini menebar ketakutan. Dengan rasa takut itu, membuat masyarakat membuat hastag-hastag positif dan negatif terkait serangan," kata Andi di Auditorium Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem di Jalan RP Suroso, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa, 15 Mei 2018.

Aksi terorisme kian marak terjadi di Indonesia akhir-akhir ini. Aksi ini diawali dengan insiden kerusuhan di Rutan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, pada Selasa, 8 Mei 2018. Tak lama berselang bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya dan bom bunuh diri di Rusunawa Wonocolo, Siduarjo, Surabaya, Jawa Timur pada Minggu, 13 Mei 2018. Terakhir, bom bunuh diri di Mapolrestabes Surabaya pada Senin, 14 Mei 2018.


Baca: Masyarakat Masih Terbelah Soal Aksi Teror

Menyikapi aksi terorisme ini, Andi menegaskan, Indonesia harus menjadikan perbuatan itu sebagai kejahatan tindak pidana serius luar biasa. Sebab, menurutnya kejahatan yang dilakukan tergolong tidak normal.

"Rumusnya sederhana, karena kejahatan dilakukan tidak normal dengan melibatkan anak-anak," ungkapnya.

Sementara itu, atas perbuatan kejahatan luar biasa ini, kata Andi, Indonesia harus memberikan kewenangan tambah khusus kepada aparat. 

Baca: Masyarakat Diminta Pahami Ketahanan Nasional

"Kewenangan tambah itu bagaimana caranya tidak mengancam kita yang baik-baik ini. Aparat harus bisa membuat 260 juta orang merasa anteng karena yang dicari aparat hanya 20 ribuan orang," pungkasnya.



(DMR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id