Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

CEO Medcom.id: Wartawan Butuh Panduan Menggunakan Media Sosial

Nasional media sosial pers
Sri Yanti Nainggolan • 24 Juli 2020 14:00
Jakarta: Wartawan membutuhkan panduan menggunakan media sosial. Pasalnya, perilaku mereka di dunia maya bisa berdampak buruk pada citra tempatnya bekerja.
 
"Kami rasa perlu karena penggunaan media sosial makin masif. Banyak peluang tapi juga ada bahaya," kata Chief Executive Officer (CEO) Medcom.id Kania Sutisnawinata dalam webinar Media Lab, Jumat, 24 Juli 2020.
 
Kania menjelaskan Media Group sudah membuat panduan dalam menggunakan media sosial sejak 2018. Baik kepada karyawan maupun jurnalis.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam menggunakan media sosial, karyawan dan jurnalis harus sangat berhati-hati dan menjaga iktikad baik. Karyawan juga diwajibkan menjaga nama baik perusahaan serta menerapkan budaya moral dan etika di akun pribadi atau akun perusahaan.
 
"Jika ada pengabaian, maka bisa menjadi pelanggaran yang berakibat berat seperti PHK (pemutusan hubungan kerja)," ucap dia.
 
Karyawan juga diminta menyampaikan opini di media sosial seusai dengan kaidah, etika, dan infrastruktur hukum yang merujuk pada Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik. Misalnya, tidak boleh mengekspresikan pandangan politik, isu kontroversi, atau berbicara buruk tentang sesuatu atau seseorang. Endorsement juga tak diperbolehkan, baik rekomendasi produk dengan atau tanpa menerima imbalan.
 
"Jadi, pada prinsipnya, dari pihak perusahaan paham peran media sosial sangat penting dalam membangun branding, sekaligus membangun komunikasi dengan audiensi," ujar dia.
 
Baca: Prinsip Jurnalisme Tak Boleh Terkikis di Rimba Digital
 
Perusahaan juga mendorong agar karyawan mau membagikan informasi dari media tempat mereka bekerja melalui media sosial individual untuk menjangkau lebih banyak audiens.
 
Kania menyadari batas antara wartawan dengan media bekerja sangat tipis. Metro TV telah membuatkan akun individu kepada para karyawan tertentu yang berkaitan dengan perusahaan.
 
"(Tujuannya agar) karyawan berinteraksi atas nama perusahaan," kata dia.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif