bmkg.go.id
bmkg.go.id

Analisis Gempa Bumi di Sumatera Barat

Tri Kurniawan • 02 Juni 2016 10:45
medcom.id, Jakarta: Gempa bumi tektonik mengejutkan warga Sumatera Barat, Kamis pagi ini.
Analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) berdasarkan parameter gempa bumi, kejadian  tersebut disebabkan aktivitas subduksi penunjaman Lempeng Indo-Australia terhadap Lempeng Eurasia.
 
Sedangkan hasil analisis mekanisme sumber memperlihatkan, gempa bumi ini dibangkitkan oleh aktivitas sesar naik. Informasi tersebut dilansir situs BMKG, Kamis (2/6/2016).
 
Gempa terjadi pukul 05.56.01 WIB dengan kekuatan 6,5 magnitude (M) di 2.29° Lintang Selatan dan 100.46° Bujur Timur di kedalaman 72 kilometer. Gempa bumi berpusat di laut 79 kilometer Barat Daya Pesisir Selatan-Sumbar.

Analisis Gempa Bumi di Sumatera Barat
Analisis Gempa Bumi di Sumatera Barat
 
Karena pusatnya cukup dalam, gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami. Dari hasil monitoring BMKG selama satu jam, belum ada gempa bumi susulan. BMKG terus memonitor perkembangan gempa bumi susulan.
 
Berdasarkan hasil analisis tingkat guncangan(shakemap), intensitas gempa bumi di sekitar Painan V-
VI MMI (III Skala Intensitas Gempa bumi/SIG-BMKG), Bengkulu, Kepahiyang dan Padang IV MMI (II SIG-BMKG), Padang Panjang III-IV MMI (II SIG-BMKG).
 
(MMI atau modified mercalli intensity dalah satuan untuk mengukur kekuatan gempa bumi. Satuan ini diciptakan oleh seorang vulkanologis dari Italia yang bernama Giuseppe Mercalli pada tahun 1902)
 
Hal  ini  sesuai  dengan  laporan  masyarakat  yang diterima BMKG bahwa gempa bumi dirasakan cukup keras di Painan, Kepahiyang, Padang, Padang Panjang, Sumatera Barat, dan Bengkulu.
 
Sementara, belum ada laporan informasi mengenai kerusakan. BMKG akan terus memonitor perkembangan dan laporan dari lapangan untuk mengetahui kondisi  sebenarnya.
 
Masyarakat agar tetap tenang dan mengikuti arahan BPBD, serta informasi dari BMKG. Jangan terpancing isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami.
 
Lalu, tetap waspada dengan kejadian gempa susulan. Umumnya, kekuatan gempa bumi susulan semakin mengecil.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TRK)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan