Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno. DOK Kemenparekraf
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno. DOK Kemenparekraf

Sandiaga: Jangan Salah Kaprah dengan Istilah Wisata Halal

Nasional Pariwisata wisata halal Sandiaga Uno Media Group News Summit Indonesia 2021
Despian Nurhidayat • 29 Januari 2021 05:37
Jakarta: Konsep wisata halal yang tengah dicanangkan pemerintah menuai pro dan kontra. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno meminta masyarakat tak salah kaprah memahami istilah wisata halal.
 
"Saya bicara tapi dalam suatu konteks yang betul-betul mempersatukan. Jangan kita terpecah belah karena kesalahkaprahan kita terhadap terminologi," kata Sandiaga dalam acara Media Group News Summit Indonesia 2021 (MGN Summit) bertajuk Wonderful Indonesia: Reviving The Tourism Industry, Kamis, 28 Januari 2021.
 
Sandiaga menjelaskan terminologi wisata halal ialah pariwisata yang ramah terhadap umat muslim. Misalnya, makanan yang terjamin kehalalannya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kita mendengar Pak Presiden (Joko Widodo) launching gerakan ekonomi syariah, salah satunya pariwisata halal, yang sekarang terminologinya adalah pariwisata ramah muslim. Namanya muslim friendly tourism," kata Sandi.
 
Wisata halal ini sebagai layanan tambahan atau extension of services. Dia menyebut beberapa daerah wisata sudah banyak memberikan pelayanan untuk wisatawan muslim, seperti Bali dan Danau Toba.
 
"Namun, karena permintaannya semakin meningkat, ini harus kita berikan fokus untuk menyesuaikan dengan permintaan tadi, yaitu rebalancing supply and demand," papar dia.
 
Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu menyebut belakangan wisata religi mengalami peningkatan. Tak hanya wisata religi khusus muslim, namun juga agama lain.
 
"Saya ketemu dengan Keuskupan Ruteng (NTT), di Ruteng ini Pak Uskup menyampaikan 'Pak Sandi jangan lupa wisata religi di Manggarai Barat Sampai ke Larantuka, kita punya enam spot untuk retret yang akhirnya nanti ada salib besar di Larantuka'," beber Sandi.
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif