Petugas mengevakuasi kantong jenazah berisi jasad korban kecelakaan Sriwijaya Air SJ-182. MI/Ramdani
Petugas mengevakuasi kantong jenazah berisi jasad korban kecelakaan Sriwijaya Air SJ-182. MI/Ramdani

Pusdokkes Segera Identifikasi Sampel DNA Korban Sriwijaya SJ-182

Nasional pesawat hilang Pesawat Jatuh Sriwijaya Air Jatuh Sriwijaya Air Hilang Kontak Sriwijaya Air Indonesia Sriwijaya Air Jakarta to Pontianak Sriwijaya Air Loses Contact
Kautsar Widya Prabowo • 13 Januari 2021 14:20
Jakarta: Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri menyebut proses identifikasi korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 melalui sampel DNA sudah dilakukan. Proses pencocokan antara hasil identifikasi dengan data antemortem atau data dari keluarga korban akan dilakukan dalam waktu dekat.
 
"Kalau tidak ada halangan, Kamis atau Jumat sudah mulai analisa, mulai mencocokkan dan mudah-mudahan seperti kemarin berhasil dengan baik," ujar Kepala Laboratorium DNA Pusdokkes Polri Kombes Ratna Relawati dalam konferensi pers di Rumah Sakit (RS) Polri, Jakarta Timur, Rabu, 13 Januari 2020.
 
Ratna mengatakan proses identifikasi korban melalui sampel DNA membutuhkan waktu lama. Namun, dia memastikan jajarannya bekerja secara maksimal untuk mengindentifikasi bagian tubuh korban yang telah ditemukan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kalau secara nomral menurut ISO (standarisasi) itu 10-15 hari, tapi kita padatkan, maksudnya orang (tenaga medis) yang biasanya bekerja sampai jam 3 (sore) kita kerjakan jam 12 malam, alatnya demikian," jelasnya.
 
Proses identifikasi korban melalui sampel DNA menjadi pilihan terakhir yang dilakukan oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri. Apabila sudah tidak ada lagi bagian tubuh korban yang dapat teridentifikasi melalui sidik jari.
 
Tim DVI Polri sejauh ini telah mengidentifkasi empat korban Sriwijaya Air SJ-182 melalui sidik jari. Hal tersebut dilakukan dengan mencocokkan data sidik jari korban yang ditemukan dan data Direktorat Kependudukan dan Catatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
 
Baca: Pencarian CVR Sriwijaya Air SJ-182 Dikebut
 
Keempat jenazah itu adalah Kopilot Nam Air Fadly Satrianto dan Asy Habul Yamin. Selanjutnya, Khasanah yang teridentifikasi pada Selasa, 12 Januari, dan pramugara Sriwjaya Air Okky Bisma yang teridentifikasi kemarin, Senin, 11 Januari.
 
Pesawat Sriwijaya Air dengan call sign SJ-182 rute Jakarta-Pontianak hilang kontak pukul 14.40 WIB, Sabtu, 9 Januari 2021. Pesawat berjenis Boeing 737-500 dengan nomor registrasi PK CLC itu lepas landas dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, pukul 14.36 WIB.
 
Posisi terakhir pesawat itu berada di 11 mil laut utara Bandara Soetta, tepatnya di sekitar Pulau Laki, Kepulauan Seribu. Pesawat tercatat hendak menambah ketinggian dari 11 ribu ke 13 ribu kaki. Pesawat yang dipastikan jatuh itu mengangkut 62 orang yang terdiri atas 50 penumpang dan 12 kru.
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif