medcom.id, Jakarta: Tim Kepolisian Sektor Metro Kebayoran Lama masih menyelidiki kasus pembunuhan di Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Jemaat Kemayoran Lama, Jalan Gandaria, Jakarta Selatan. Seekor anjing pelacak mengendus barang bukti di lokasi.
"Kami minta bantuan K9 (anjing pelacak) dari Polda Metro Jaya. Satu anjing pelacak bekerja untuk bantu keperluan penyidikan," kata Kapolsek Kebayoran Lama Kompol Riftajudin kepada Metrotvnews.com di lokasi kejadian, Selasa (31/8/2015)
Selama satu jam diturunkan, anjing pelacak belum menemukan barang bukti pembunuhan. "Satu jam melacak tanda-tanda tersangka di tempat kejadian perkara. Tadi cuman berputar-putar saja," ujarnya.
Pengurus Gereja Masehi Advent menghentikan kegiatan agar tidak mengganggu proses penyelidikan. "Dari pihak Kepolisian masih membutuhkan ruangan ini untuk penyelidikan. Mukin kami akan tutup sementara atau nanti mencari tempat lain," kata pengurus gereja, Max Kusuma, 60.
Max menuturkan, ruang serba guna gereja yang sudah 30 tahun berdiri ini selain untuk menggelar kebaktian dua kali seminggu juga diisi anak-anak dari lingkungan untuk bimbingan belajar.
"Kebaktian dua kali seminggu. Sabtu pagi pukul 09.00 WIB sampai selesai dan Rabu pukul 19.00 WIB sampai 21.00 WIB. Selebihnya digunakan anak-anak untuk les," katanya.
Asep, pekerja bangunan di gereja tersebut, tewas diduga dibunuh perampok. Jasadnya ditemukan dalam kondisi terlentang. Di tubuhnya ditemukan 11 luka tusuk.
medcom.id, Jakarta: Tim Kepolisian Sektor Metro Kebayoran Lama masih menyelidiki kasus pembunuhan di Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Jemaat Kemayoran Lama, Jalan Gandaria, Jakarta Selatan. Seekor anjing pelacak mengendus barang bukti di lokasi.
"Kami minta bantuan K9 (anjing pelacak) dari Polda Metro Jaya. Satu anjing pelacak bekerja untuk bantu keperluan penyidikan," kata Kapolsek Kebayoran Lama Kompol Riftajudin kepada Metrotvnews.com di lokasi kejadian, Selasa (31/8/2015)
Selama satu jam diturunkan, anjing pelacak belum menemukan barang bukti pembunuhan. "Satu jam melacak tanda-tanda tersangka di tempat kejadian perkara. Tadi cuman berputar-putar saja," ujarnya.
Pengurus Gereja Masehi Advent menghentikan kegiatan agar tidak mengganggu proses penyelidikan. "Dari pihak Kepolisian masih membutuhkan ruangan ini untuk penyelidikan. Mukin kami akan tutup sementara atau nanti mencari tempat lain," kata pengurus gereja, Max Kusuma, 60.
Max menuturkan, ruang serba guna gereja yang sudah 30 tahun berdiri ini selain untuk menggelar kebaktian dua kali seminggu juga diisi anak-anak dari lingkungan untuk bimbingan belajar.
"Kebaktian dua kali seminggu. Sabtu pagi pukul 09.00 WIB sampai selesai dan Rabu pukul 19.00 WIB sampai 21.00 WIB. Selebihnya digunakan anak-anak untuk les," katanya.
Asep, pekerja bangunan di gereja tersebut, tewas diduga dibunuh perampok. Jasadnya ditemukan dalam kondisi terlentang. Di tubuhnya ditemukan 11 luka tusuk.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TRK)