medcom.id, Makassar: Nurul Fatimah, 26, salah seorang pegawai Bandara Andi Djemma Masamba, merupakan penumpang pesawat Aviastar yang kehilangan kontak Jumat (2/10/2015). Bersama kedua anaknya, dia hendak memberikan kejutan kepada nenek dan ibunya.
Keluarga Fatimah di Makassar syok ketika mendengar pesawat terbang jenis Twin Otter yang ditumpanginya hilang kontak pukul 14. 25 WITA. Ayah, keluarga, serta kerabat Fatimah terus menerima kabar yang masih simpang siur sehingga membuat cemas mereka.
Ibunda dari Fatimah tak henti-hentinya menangis setelah mengetahui anak beserta cucunya menumpangi pesawat yang hilang tersebut. Keluarga Fatimah mendapat kabar pesawat hilang kontak dari rekannya yang bekerja di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar.
“Semoga di temukan dalam keadaan selamat,” kata Muhajirin, ayah Fatimah di kediamannya, Jalan Sunu Dua, Makassar, Jumat malam.
Pesawat jenis Twin Otter DHC 6 milik maskapai penerbangan Aviastar dengan rute penerbangan Masamba-Makasar mengalami hilang kontak, Jum'at sore. Pesawat yang di awaki Pilot Capt. Roy Iriafiradi dengan Kopilot Yudhistira Febby membawa tujuh penumpang yang terdiri dari empat orang dewasa, satu anak-anak dan dua bayi.
Pesawat itu hilang kontak 11 menit setelah take off dari Bandara Andi Djema Masamba, Sulawesi Selatan pada pukul 14.25 WITA. Sebelum hilang kontak, pesawat dengan kapasitas 19 orang itu sempat dua kali memberikan kabar posisi pesawat.
"Mereka sempat mengadakan kontak dengan ATC (Air Trafic Controller) Ujung Pandang Makasar info pada pukul 14.33 WITA pada ketinggian 4500 kaki dan pada 14.36 WITA ketinggian 8000 kaki. Kemudian mereka mengarah ke Makasar. Saat itu kondisi (terbang) normal, tidak ada indikasi gangguan," kata General Manager Comercial Aviastar Mandiri Petrus Budi Prasetyo.
Pesawat itu harusnya melaporkan kembali posisi terbang pada pukul 15.15 WITA. Namun, tidak ada kontak dengan menara pengawas. "Harusnya menyampaikan posisi terakhir pada pukul 15.15 atau sekitar 60 nautical mile dari Makasar tidak terjadi laporan, kemudian terus dikontak menara pengawas dan tidak merespon," ucapnya
Karena tidak ada respon sampai waktu yang ditentukan, Aviastar menyatakan pesawat hilang. Aviastar juga telah berkoordinasi dengan Badan SAR Nasional dan Sentra Komunikasi Polri setempat untuk mencari keberadaan pesawat.
Berdasarkan informasi dari Kapolres Luwu Utara AKBP Muh. Endro dan Deputi Bidang Operasi SAR Badan SAR Nasional Mayjen Heronimus, pesawat tersebut membawa tiga kru dan tujuh penumpang pesawat. Berikut nama-nama mereka:
Kru:
1. Pilot Kapten Iri Afriadi
2. Kopilot Yudistira
3. Tekhnisi Sukris
Penumpang:
1. Nurul Fatimah
2. Lisa Valentin
3. Riza Arman
4. Sakhi Arkan (anak)
5. M. Nasir
6. Afif (bayi)
7. Raya (bayi)
medcom.id, Makassar: Nurul Fatimah, 26, salah seorang pegawai Bandara Andi Djemma Masamba, merupakan penumpang pesawat Aviastar yang kehilangan kontak Jumat (2/10/2015). Bersama kedua anaknya, dia hendak memberikan kejutan kepada nenek dan ibunya.
Keluarga Fatimah di Makassar syok ketika mendengar pesawat terbang jenis Twin Otter yang ditumpanginya hilang kontak pukul 14. 25 WITA. Ayah, keluarga, serta kerabat Fatimah terus menerima kabar yang masih simpang siur sehingga membuat cemas mereka.
Ibunda dari Fatimah tak henti-hentinya menangis setelah mengetahui anak beserta cucunya menumpangi pesawat yang hilang tersebut. Keluarga Fatimah mendapat kabar pesawat hilang kontak dari rekannya yang bekerja di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar.
“Semoga di temukan dalam keadaan selamat,” kata Muhajirin, ayah Fatimah di kediamannya, Jalan Sunu Dua, Makassar, Jumat malam.
Pesawat jenis Twin Otter DHC 6 milik maskapai penerbangan Aviastar dengan rute penerbangan Masamba-Makasar mengalami hilang kontak, Jum'at sore. Pesawat yang di awaki Pilot Capt. Roy Iriafiradi dengan Kopilot Yudhistira Febby membawa tujuh penumpang yang terdiri dari empat orang dewasa, satu anak-anak dan dua bayi.
Pesawat itu hilang kontak 11 menit setelah
take off dari Bandara Andi Djema Masamba, Sulawesi Selatan pada pukul 14.25 WITA. Sebelum hilang kontak, pesawat dengan kapasitas 19 orang itu sempat dua kali memberikan kabar posisi pesawat.
"Mereka sempat mengadakan kontak dengan ATC (Air Trafic Controller) Ujung Pandang Makasar info pada pukul 14.33 WITA pada ketinggian 4500 kaki dan pada 14.36 WITA ketinggian 8000 kaki. Kemudian mereka mengarah ke Makasar. Saat itu kondisi (terbang) normal, tidak ada indikasi gangguan," kata General Manager Comercial Aviastar Mandiri Petrus Budi Prasetyo.
Pesawat itu harusnya melaporkan kembali posisi terbang pada pukul 15.15 WITA. Namun, tidak ada kontak dengan menara pengawas. "Harusnya menyampaikan posisi terakhir pada pukul 15.15 atau sekitar 60 nautical mile dari Makasar tidak terjadi laporan, kemudian terus dikontak menara pengawas dan tidak merespon," ucapnya
Karena tidak ada respon sampai waktu yang ditentukan, Aviastar menyatakan pesawat hilang. Aviastar juga telah berkoordinasi dengan Badan SAR Nasional dan Sentra Komunikasi Polri setempat untuk mencari keberadaan pesawat.
Berdasarkan informasi dari Kapolres Luwu Utara AKBP Muh. Endro dan Deputi Bidang Operasi SAR Badan SAR Nasional Mayjen Heronimus, pesawat tersebut membawa tiga kru dan tujuh penumpang pesawat. Berikut nama-nama mereka:
Kru:
1. Pilot Kapten Iri Afriadi
2. Kopilot Yudistira
3. Tekhnisi Sukris
Penumpang:
1. Nurul Fatimah
2. Lisa Valentin
3. Riza Arman
4. Sakhi Arkan (anak)
5. M. Nasir
6. Afif (bayi)
7. Raya (bayi)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(OGI)