Masyarakat Diminta tak Terprovokasi Aksi Terorisme di Surabaya

Arga sumantri 13 Mei 2018 13:32 WIB
Teror Bom di Surabaya
Masyarakat Diminta tak Terprovokasi Aksi Terorisme di Surabaya
Bom di salah satu gereja di Surabaya - AFP/Juni Kriswanto.
Jakarta: Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur mengutuk keras aksi terorisme di Surabaya, Jawa Timur. Ketua MUI Jatim Abdusshomad Buchori meminta masyarakat tak terprovokasi.

"Mengajak kepada seluruh masyarakat untuk waspada sembari tetap tenang dan tidak terprovokasi dengan kejadian ini," kata Abdusshomad dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 13 Mei 2018.

Abdusshomad mengatakan, aksi terorisme yang terjadi di Surabaya berpotensi mencederai rasa persatuan dan kesatuan. Aksi itu juga dapat menimbulkan kecemasan dan gangguan terhadap ketenteraman dan ketertiban masyarakat. Apalagi umat Islam sebentar lagi akan menjalankan ibadah Ramadan.


"Terorisme bukan ajaran Islam dan setiap orang Islam yang memahami ajaran islam, pasti mengutuk keras tindakan terorisme," tanda dia. 

Dia mengatakan, MUI telah lama mengeluarkan fatwa tentang terorisme. Pandangan keagamaan MUI tegas menyatakan aksi terorisme haram.  

"Terorisme adalah tindakan kejahatan terhadap kemanusiaan dan peradaban yang jelas-jelas diharamlan oleh agama, baik dilakukan oleh perorangan, kelompok, maupun negara dengan tujuan apa pun," ujar dia. 

MUI Jatim juga meminta aparat bisa mengungkap kasus teror ini secara transparan. Dengan begitu, diharapkan tak ada persepsi-persepsi miring antara sesama elemen bangsa.

(Baca juga: PP Muhammadiyah Desak Pemerintah Selesaikan Masalah Terorisme)







(REN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id