Kepala Desa Panimbangjaya, Mulyadi. Medcom.id/Fachrie Audhia Hafiez
Kepala Desa Panimbangjaya, Mulyadi. Medcom.id/Fachrie Audhia Hafiez

Korban Tsunami Was-was Pencuri

Nasional Tsunami di Selat Sunda
Fachri Audhia Hafiez • 28 Desember 2018 07:56
Pandeglang: Para pengungsi tsunami Selat Sunda was-was terkait keamanan rumah mereka. Para pengungsi khawatir tempat tinggal mereka justru jadi sasaran maling karena ditinggal mengungsi.
 
Situasi ini terjadi di Desa Panimbangjaya, Pandeglang, Banten. Kepala Desa Panimbangjaya, Mulyadi membeberkan warga yang mengungsi di kantornya merasa was-was dengan keamanan rumah mereka.
 
"Mereka pulang lalu mengecek rumah, kalau-kalau ada yang memanfaatkan situasi seperti ini jaga-jaga," kata Mulyadi di lokasi, Kamis, 27 Desember 2018.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mulyadi menjelaskan, sebanyak 426 pengungsi yang berada di kantornya berasal dari beberapa kampung. Beberapa kampung itu diantaranya, kampung Sinar Laut, Neglasari, Sinansari, Lelang Baru, dan Lelang Lama.
 
"Mereka berada di bibir pantai dengan radiusnya mungkin 30 atau 20 meter dari bibir pantai," ujar Mulyadi.
 
Mulyadi menjelaskan, warga di Desa Panimbangjaya sebagian besar rumah warga rata dengan tanah. Namun dia belum bisa memastikan jumlah rumah yang rusak maupun hancur rata dengan tanah.
 
Guna mengamankan kondisi rumah warga yang masih memiliki beberapa perabotan, aparat TNI berpatroli di sebagian titik. "Masih rawan, karena mereka trauma juga mungkin ya jadi mereka khawatir terjadi lagi siap siaga dari TNI," ujar Mulyadi.
 
Tsunami di Selat Sunda menerjang pesisir Banten dan Lampung Selatan Sabtu, 22 Desember 2018 malam. Hingga Rabu, 26 Desember 2018, tercatat 430 orang meninggal dunia, 1.495 orang luka-luka.
 
Sebanyak 159 orang masih dinyatakan hilang serta 21.991 orang terpaksa mengungsi akibat bencana ini. Keseluruhan korban berasal dari lima kabupaten terdampak bencana, yaitu Pandeglang, Serang, Lampung Selatan, Tanggamus dan Pesawaran.
 
Korban di Kabupaten Pandeglang tercatat paling banyak. Total ada 290 orang meninggal dunia, 1.143 luka-luka, 77 orang hilang, dan 17.477 mengungsi.
 
Selain korban jiwa, bencana ini juga mengakibatkan kerugian materi meliputi dampak kerusakan meliputi 924 unit rumah, 73 penginapan yakni hotel dan vila, 60 warung, 434 perahu dan kapal, satu dermaga serta satu shelter. Sebanyak 24 kendaraan roda empat dan 41 kendaraan roda dua juga mengalami kerusakan.
 

(AGA)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif