Dua Rekomendasi KNKT untuk Lion Air PK-LQP
Petugas Basarnas mengevakuasi puing-puing pesawat Lion Air bernomor registrasi PK-LQP dengan nomor penerbangan JT 610 ke Kapal KN Sar Sadewa, di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, Sabtu (3/11/2018). Foto: Antara/Aprillio Akbar
Jakarta: Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menerbitkan dua rekomendasi untuk maskapai Lion Air terkait kecelakaan pesawat PK-LQP nomor penerbangan JT 610 rute Jakarta-Pangkal Pinang 29 Oktober lalu.

Investigator KNKT Subkomite Penerbangan Nurcahyo Utomo menyebutkan dua rekomendasi itu adalah menjamin implementasi dari "operation manual part A subchapter 1.4.2" dalam rangka meningkatkan budaya keselamatan. Serta untuk menjamin pilot dapat mengambil keputusan meneruskan penerbangan.

"Kedua, menjamin semua dokumen operasional diisi dan didokumentasikan secara tepat," ujar Nurcahyo dalam konferensi pers pengumuman laporan awal investigasi kecelakaan Lion Air JT 610 di Jakarta, Rabu, November 2018.


"Jadi ada ketidaksesuaian antara manual book Lion Air dengan kondisi penerbangan rute sebelumnya, yaitu Denpasar-Jakarta. Dengan adanya kerusakan sensor 'angle of attack' seperti itu harusnya pesawat kembali ke bandara asal bukan meneruskan penerbangan," imbuhnya.

Selain itu, lanjut Nurcahyo, ada ketidaksesuaian antara data kru kabin yang dituliskan dengan yang bertugas.

"Di 'weight and balance' tercatat pramugarinya lima, sementara ditulis di dokumen ada enam," katanya.

Hasil rekomendasi tersebut berdasarkan pengunduhan dokumen dari kotak hitam Flight Data Recorder (FDR) yang telah ditemukan. Sementara untuk Cockpit Voice Recorder (CVR) masih belum ditemukan.



(MBM)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id