Jakarta: Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Petani NasDem yang digelar selama dua hari telah resmi ditutup. Dalam perhelatan ini, organisasi sayap Partai NasDem tersebut mengambil langkah strategis dengan meresmikan perubahan nama menjadi Petani dan Nelayan NasDem.
“Sekarang ini sudah resmi, Petani dan Nelayan NasDem. Nanti kita akan serahkan hasilnya. Kalau kemarin kan kita dikasih SK kan hanya Petani NasDem. Nah kalau sekarang kita sudah (resmi) Petani dan Nelayan NasDem,” kata Ketua DPP Petani dan Nelayan NasDem, Arif Rahman dalam penutupan Rakernas yang digelar di Akademi Bela Negara (ABN), Jakarta, Jumat 23 Oktober 2026.
Selama dua hari pelaksanaannya, Rakernas ini diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan komprehensif, mulai dari pleno Stadium General Petani dan Nelayan NasDem, hingga pemetaan dan pembahasan potensi daerah di sektor pertanian, perhutanan, serta kelautan. Acara ini secara resmi ditutup oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai NasDem, Hermawi Taslim.
Ditemui usai acara penutupan, Hermawi Taslim mengungkapkan rasa optimismenya terhadap peran besar yang akan dimainkan oleh kader Petani Nelayan NasDem ke depan. Ia meyakini bahwa mereka mampu memberikan kontribusi signifikan dalam mewujudkan target swasembada pangan nasional yang dicanangkan pemerintah.
"Saya optimis petani dan nelayan NasDem bisa memberi kontribusi yang lebih signifikan dalam rangka kita mencapai swasembada pangan. Pertama, karena sebagian besar dari mereka adalah orang-orang yang selama ini memang menggeluti dunia pertanian dan perikanan. Kedua, mereka adalah praktisi-praktisi yang berpengalaman," ujar Hermawi.
Alasan ketiga dan yang paling penting menurut Hermawi adalah dedikasi dan kesungguhan hati para kader. Hal ini dibuktikan dengan perjuangan para peserta dari berbagai daerah yang rela datang dari jauh, seperti dari Wamena dan Aceh, meski harus menghadapi kendala transportasi dan biaya.
"Ini adalah kumpulan orang-orang yang bersungguh-sungguh untuk ambil bagian menuju swasembada pangan, sebagaimana yang dipesankan oleh Ketua Umum pada waktu pembukaan, dan yang diamanatkan serta diulang-ulang oleh Presiden kita," tegasnya.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai NasDem, Hermawi Taslim. Foto: Medcom.id/Syahrul Ramadhan.
Arif Rahman menyampaikan apresiasinya atas antusiasme kader dari 35 provinsi yang bertahan dari awal pelantikan hingga acara penutupan. Ia menyebut ada harapan besar dari para kader untuk segera mewujudkan program-program nyata di lapangan.
Baca Juga :
Petani NasDem Gelar Kuliah Umum Bedah Akses Perhutanan Sosial, Sektor Kelautan dan Pertanian
Menurutnya, Rakernas ini semakin berbobot dengan hadirnya tiga narasumber dari Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), serta Kementerian Kehutanan yang menjabarkan pembangunan ekosistem dari hulu ke hilir dalam sesi kuliah umum. Menindaklanjuti hal tersebut, pihaknya yang juga duduk di Komisi IV DPR RI telah menginstruksikan para kader daerah untuk segera bergerak.
"Kami meminta kepada seluruh kawan-kawan dari 35 provinsi untuk membuat proposal yang sudah disetujui oleh dinas di masing-masing provinsi/kabupaten. Nanti semua itu akan kita bawa di Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan kementerian masing-masing di DPR, supaya program-program yang ada ini bisa langsung diwujudkan," jelasnya.
Sesi foto bersama Ketua DPP Petani dan Nelayan NasDem Arif Rahman dan Sekjen Partai NasDem Hermawi Taslim bersama para anggota. Foto: Medcom.id/Syahrul Ramadhan.
Selain mendorong sinergi dengan pemerintah, Petani Nelayan NasDem juga telah menyiapkan program mandiri. Salah satu program unggulan yang disiapkan adalah pembuatan demplot (lahan percontohan) seluas 2 hektare di setiap provinsi.
"Demplot ini nantinya akan menjadi tempat pendidikan dan pelatihan untuk kader-kader petani. Tujuannya agar program-program pemerintah yang akan diberikan bisa diterima dengan baik. Kita didik dan latih dulu, karena jangan sampai program-program ini hanya untuk menggugurkan kewajiban. Kita ingin program pemerintah ini berkelanjutan dan bermanfaat nyata bagi masyarakat," pungkasnya.
Jakarta: Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Petani NasDem yang digelar selama dua hari telah resmi ditutup. Dalam perhelatan ini, organisasi sayap Partai NasDem tersebut mengambil langkah strategis dengan meresmikan perubahan nama menjadi
Petani dan Nelayan NasDem.
“Sekarang ini sudah resmi, Petani dan Nelayan NasDem. Nanti kita akan serahkan hasilnya. Kalau kemarin kan kita dikasih SK kan hanya Petani NasDem. Nah kalau sekarang kita sudah (resmi) Petani dan Nelayan NasDem,” kata Ketua DPP Petani dan Nelayan NasDem, Arif Rahman dalam penutupan Rakernas yang digelar di Akademi Bela Negara (ABN), Jakarta, Jumat 23 Oktober 2026.
Selama dua hari pelaksanaannya, Rakernas ini diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan komprehensif, mulai dari pleno Stadium General Petani dan Nelayan NasDem, hingga pemetaan dan pembahasan potensi daerah di sektor pertanian, perhutanan, serta kelautan. Acara ini secara resmi ditutup oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai NasDem, Hermawi Taslim.
Ditemui usai acara penutupan, Hermawi Taslim mengungkapkan rasa optimismenya terhadap peran besar yang akan dimainkan oleh kader Petani Nelayan NasDem ke depan. Ia meyakini bahwa mereka mampu memberikan kontribusi signifikan dalam mewujudkan target swasembada pangan nasional yang dicanangkan pemerintah.
"Saya optimis petani dan nelayan NasDem bisa memberi kontribusi yang lebih signifikan dalam rangka kita mencapai swasembada pangan. Pertama, karena sebagian besar dari mereka adalah orang-orang yang selama ini memang menggeluti dunia pertanian dan perikanan. Kedua, mereka adalah praktisi-praktisi yang berpengalaman," ujar Hermawi.
Alasan ketiga dan yang paling penting menurut Hermawi adalah dedikasi dan kesungguhan hati para kader. Hal ini dibuktikan dengan perjuangan para peserta dari berbagai daerah yang rela datang dari jauh, seperti dari Wamena dan Aceh, meski harus menghadapi kendala transportasi dan biaya.
"Ini adalah kumpulan orang-orang yang bersungguh-sungguh untuk ambil bagian menuju swasembada pangan, sebagaimana yang dipesankan oleh Ketua Umum pada waktu pembukaan, dan yang diamanatkan serta diulang-ulang oleh Presiden kita," tegasnya.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai NasDem, Hermawi Taslim. Foto: Medcom.id/Syahrul Ramadhan.
Arif Rahman menyampaikan apresiasinya atas antusiasme kader dari 35 provinsi yang bertahan dari awal pelantikan hingga acara penutupan. Ia menyebut ada harapan besar dari para kader untuk segera mewujudkan program-program nyata di lapangan.
Menurutnya, Rakernas ini semakin berbobot dengan hadirnya tiga narasumber dari Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), serta Kementerian Kehutanan yang menjabarkan pembangunan ekosistem dari hulu ke hilir dalam sesi kuliah umum. Menindaklanjuti hal tersebut, pihaknya yang juga duduk di Komisi IV DPR RI telah menginstruksikan para kader daerah untuk segera bergerak.
"Kami meminta kepada seluruh kawan-kawan dari 35 provinsi untuk membuat proposal yang sudah disetujui oleh dinas di masing-masing provinsi/kabupaten. Nanti semua itu akan kita bawa di Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan kementerian masing-masing di DPR, supaya program-program yang ada ini bisa langsung diwujudkan," jelasnya.
Sesi foto bersama Ketua DPP Petani dan Nelayan NasDem Arif Rahman dan Sekjen Partai NasDem Hermawi Taslim bersama para anggota. Foto: Medcom.id/Syahrul Ramadhan.
Selain mendorong sinergi dengan pemerintah, Petani Nelayan NasDem juga telah menyiapkan program mandiri. Salah satu program unggulan yang disiapkan adalah pembuatan demplot (lahan percontohan) seluas 2 hektare di setiap provinsi.
"Demplot ini nantinya akan menjadi tempat pendidikan dan pelatihan untuk kader-kader petani. Tujuannya agar program-program pemerintah yang akan diberikan bisa diterima dengan baik. Kita didik dan latih dulu, karena jangan sampai program-program ini hanya untuk menggugurkan kewajiban. Kita ingin program pemerintah ini berkelanjutan dan bermanfaat nyata bagi masyarakat," pungkasnya.
(RUL)