medcom.id, Bangka Belitung: Badan SAR Nasional (Basarnas) Bangka Belitung kembali melanjutkan pencarian pesawat AirAsia QZ8501 yang diduga hilang kontak di kepuluan Bangka Belitung dan Kalimantan Barat.
Menurut Kepala Harian Urusan Umum Basarnas Bangka Belitung Irham Herman, tim SAR gabungan bergerak menuju Pulau Nangka untuk menfokuskan pencarian di koordinat Pulau Nangka dengan titik kordinat 02' 29' 00' S, 108'32' 00' E.
"Tadi semua bergerak jam tujuh pagi," ujar Herman kepada Metrotvnews.com di Pangkal Pinang, Bangka Belitung, Senin (29/12/2014).
Tim yang pencarian pesawat AirAsia itu melibatkan banyak pihak: Tim Rescue Kantor SAR Pangkal Pinang, TNI-AL Bangka Belitung, TNI-AD Bangka Belitung, TNI-AU Bangka Belitung, Direktorat Brimob Polda Bangka Belitung, Pol Air Bangka Belitung, Pemda Belitung Timur, Senkom, ORARI, Pramuka, dan nelayan.
Sementara alat yang dipergunakan mencakup helikopter Dolphin, Bolco dan kapal. Berikut data peralatan yang digunakan dalam pencarian AirAsia, antara lain, Dolphin (Jakarta), Bolco 105 (Tanjung Pinang), RB 201 (SAR Babel), RB 209 (Tanjung Pinang), Helly Bell TNI Gatot Subroto Way Tuba, kapal TNI-AL Babel, dan kapal Pol Air Babel.
Seperti diberitakan, pesawat AirAsia QZ8501 tujuan Bandara Juanda, Surabaya-Bandara Changi, Singapura, hilang kontak sekira pukul 06.17 WIB kemarin. Pesawat tersebut terakhir kali terpantau radar ada di sekitar perairan Belitung.
Pesawat jenis Airbus A320-200 itu membawa 155 penumpang, 149 di antaranya warga negara Indonesia. Pesawat itu seharusnya tiba di Changi Airport pukul 8.30 waktu Singapura. Pesawat yang hilang tercatat dengan nomor registrasi PK-AXC.
medcom.id, Bangka Belitung: Badan SAR Nasional (Basarnas) Bangka Belitung kembali melanjutkan pencarian pesawat AirAsia QZ8501 yang diduga hilang kontak di kepuluan Bangka Belitung dan Kalimantan Barat.
Menurut Kepala Harian Urusan Umum Basarnas Bangka Belitung Irham Herman, tim SAR gabungan bergerak menuju Pulau Nangka untuk menfokuskan pencarian di koordinat Pulau Nangka dengan titik kordinat 02' 29' 00' S, 108'32' 00' E.
"Tadi semua bergerak jam tujuh pagi," ujar Herman kepada Metrotvnews.com di Pangkal Pinang, Bangka Belitung, Senin (29/12/2014).
Tim yang pencarian pesawat AirAsia itu melibatkan banyak pihak: Tim Rescue Kantor SAR Pangkal Pinang, TNI-AL Bangka Belitung, TNI-AD Bangka Belitung, TNI-AU Bangka Belitung, Direktorat Brimob Polda Bangka Belitung, Pol Air Bangka Belitung, Pemda Belitung Timur, Senkom, ORARI, Pramuka, dan nelayan.
Sementara alat yang dipergunakan mencakup helikopter Dolphin, Bolco dan kapal. Berikut data peralatan yang digunakan dalam pencarian AirAsia, antara lain, Dolphin (Jakarta), Bolco 105 (Tanjung Pinang), RB 201 (SAR Babel), RB 209 (Tanjung Pinang), Helly Bell TNI Gatot Subroto Way Tuba, kapal TNI-AL Babel, dan kapal Pol Air Babel.
Seperti diberitakan, pesawat AirAsia QZ8501 tujuan Bandara Juanda, Surabaya-Bandara Changi, Singapura, hilang kontak sekira pukul 06.17 WIB kemarin. Pesawat tersebut terakhir kali terpantau radar ada di sekitar perairan Belitung.
Pesawat jenis Airbus A320-200 itu membawa 155 penumpang, 149 di antaranya warga negara Indonesia. Pesawat itu seharusnya tiba di Changi Airport pukul 8.30 waktu Singapura. Pesawat yang hilang tercatat dengan nomor registrasi PK-AXC.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(DOR)