Kepala Basarnas Marsekal Madya FHB Soelistyo/Metrotvnews.com/Surya Perkasa.
Kepala Basarnas Marsekal Madya FHB Soelistyo/Metrotvnews.com/Surya Perkasa.

Cuaca, Transmitter dan Alat Jadi Kendala Pencarian AirAsia QZ8501

Surya Perkasa • 29 Desember 2014 10:27
medcom.id, Jakarta: Badan SAR Nasional (Basarnas) melanjutkan pencarian AirAsia QZ8501 yang hilang kontak di sekitar Pulau Bangka kemarin. Pencarian diperkirakan akan menghadapi kendala.
 
"Biasanya kendala pertama itu cuaca," ujar Kepala Basarnas Marsekal Madya FHB Soelistyo di Kantor Badan SAR Nasional (Basarnas), Jakarta, Senin (29/12/2014).
 
Walau demikian, pencarian akan terus dilakukan hingga malam atau cuaca ekstrem. Untuk cuaca, Basarnas terus berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

"Kedua juga karena ELT (Emergency Locator Transmitter) tidak hidup, maka kita untuk mendesain daerah pencarian sangat dinamis," ungkap dia.
 
Kendala ketiga adalah alat untuk mencari di bawah permukaan air laut. Saat ini Basarnas baru memiliki satu sistem dengan kemampuan yang dinilai kurang tinggi.
 
"Tapi di Angkatan Laut bisa menggunakan kapal penyapu ranjau. Dia juga bisa mendeteksi. Kemudian ada satu alat lagi yang mestinya kita butuhkan yang namanya kapsul. Ini bisa menyelam hingga dasar laut. Itu kita tidak punya," ujar dia.
 
Khusus untuk kapsul, Basarnas berencana meminjam dari negara lain. Bahkan beberapa negara disebutkan sudah menawarkan alat tersebut untuk dipakai tim pencarian.
 
"Ada tawaran dari Prancis, dari Inggris ada, dari Amerika juga menawarkan. Nanti mana yang kita pakai, alat itu kita harus bisa menentukan dulu lokasinya baru bisa menurunkan kapsul itu untuk melakukan penolongan," terang dia.
 
Seperti diberitakan, pesawat AirAsia QZ8501 tujuan Bandara Juanda, Surabaya-Bandara Changi, Singapura, hilang kontak sekira pukul 06.17 WIB kemarin. Pesawat tersebut terakhir kali terpantau radar ada di sekitar perairan Belitung.
 
Pesawat jenis Airbus A320-200 itu membawa 155 penumpang, 149 di antaranya warga negara Indonesia. Pesawat itu seharusnya tiba di Changi Airport pukul 8.30 waktu Singapura. Pesawat yang hilang tercatat dengan nomor registrasi PK-AXC.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(DOR)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan