Jakarta: Jenderal Tito Karnavian membawa harum nama Polri di mata netizen. Sejak diangkat menjadi Kepala Polri, Tito mampu mengubah citra negatif Polri menjadi positif.
"Berdasarkan riset yang kami lakukan, pada 2016 citra Polri masih negatif. Di bawah kepemimpinan Tito Karnavian, persepsi (netizen) terhadap Polri meningkat tajam," kata Direktur Komunikasi Indonesia Indikator, Rustika Herlambang, di acara Primetime News Metro TV, Senin, 21 Oktober 2019.
Rustika mencatat, walaupun diganggu sejumlah isu keamanan, citra Polri justru membaik. Hal ini, menurutnya, disumbang oleh amannya penyelenggaraan Pemilihan Presiden, April lalu.
"Pilpres sangat melelahkan, namun cukup terjaga. Jejaring percakapan atau sentimen yang ditujukan terhadap Tito, (saat itu) jauh lebih positif. Dia direspon dengan antisipasi dan trust," kata Rustika.
Pelantikan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Maruf Amin yang berlangsung aman juga menjadi catatan tersendiri. "Seminggu sebelumnya memang sempat ada aksi mahasiswa. Orang bahkan sempat khawatir pelantikan tak aman, tapi ternyata tidak demikian," kata dia.
Tito menjadi sorotan karena tertangkap kamera bergegas masuk ke Istana Kepresidenan, Jakarta. Tito mengaku dipanggil Presiden Joko Widodo.
Tak seperti biasa, Tito masuk lewat pintu belakang Istana Kepresidenan. Padahal, Tito kerap masuk ke Istana lewat Wisma Negara.
Tito mengaku belum mengetahui tujuan pemanggilan ini. Dia enggan berspekulasi terhadap jabatannya saat ini.
"Belum tahu. Nanti lihat saja setelah ini," kata Tito di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 21 Oktober 2019. (Shah Alam Pandu Wibowo)
Jakarta: Jenderal Tito Karnavian membawa harum nama Polri di mata netizen. Sejak diangkat menjadi Kepala Polri, Tito mampu mengubah citra negatif Polri menjadi positif.
"Berdasarkan riset yang kami lakukan, pada 2016 citra Polri masih negatif. Di bawah kepemimpinan Tito Karnavian, persepsi (netizen) terhadap Polri meningkat tajam," kata Direktur Komunikasi Indonesia Indikator, Rustika Herlambang, di acara Primetime News Metro TV, Senin, 21 Oktober 2019.
Rustika mencatat, walaupun diganggu sejumlah isu keamanan, citra Polri justru membaik. Hal ini, menurutnya, disumbang oleh amannya penyelenggaraan Pemilihan Presiden, April lalu.
"Pilpres sangat melelahkan, namun cukup terjaga. Jejaring percakapan atau sentimen yang ditujukan terhadap Tito, (saat itu) jauh lebih positif. Dia direspon dengan antisipasi dan trust," kata Rustika.
Pelantikan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Maruf Amin yang berlangsung aman juga menjadi catatan tersendiri. "Seminggu sebelumnya memang sempat ada aksi mahasiswa. Orang bahkan sempat khawatir pelantikan tak aman, tapi ternyata tidak demikian," kata dia.
Tito menjadi sorotan karena tertangkap kamera
bergegas masuk ke Istana Kepresidenan, Jakarta. Tito mengaku dipanggil Presiden Joko Widodo.
Tak seperti biasa, Tito masuk lewat pintu belakang Istana Kepresidenan. Padahal, Tito kerap masuk ke Istana lewat Wisma Negara.
Tito mengaku belum mengetahui tujuan pemanggilan ini. Dia enggan berspekulasi terhadap jabatannya saat ini.
"Belum tahu. Nanti lihat saja setelah ini," kata Tito di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 21 Oktober 2019.
(Shah Alam Pandu Wibowo) Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UWA)