Seluruh korban akan mendapatkan manfaat perlidungan dan pelayanan yang sama dari BPJS TK. (Foto: Dok. BPJS TK)
Seluruh korban akan mendapatkan manfaat perlidungan dan pelayanan yang sama dari BPJS TK. (Foto: Dok. BPJS TK)

BPJS TK Dampingi Pengobatan ABK Mina Sejati

Nasional Berita BPJS Ketenagakerjaan
Gervin Nathaniel Purba • 23 Agustus 2019 21:16
Jakarta: BPJS Ketenagakerjaan (BPJS TK) memberikan pendampingan pengobatan kepada para korban anak buah kapal (ABK) KM Mina Sejati.
 
Berdasarkan penelusuran yang dilakukan BPJS TK, seluruh ABK terdaftar ke dalam program BPJS TK melalui Kantor Cabang Perintis (KCP) Tual.
 
Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto menjelaskan, seluruh ABK yang menjadi korban insiden tersebut terdaftar sebagai peserta BPJS Tk sejak Juli 2019. Jumlah iuran yang dibayarkan sebesar Rp1,3 juta.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Saat ini, tim di lapangan juga telah melakukan pendataan dan pendampingan kepada korban selamat yang sedang mendapatkan penanganan medis di Pusat Layanan Kecelakaan Kerja (PLKK) BPJS TK. Jika korban memerlukan rawat lanjutan, seluruh biayanya akan ditanggung oleh BPJS TK tanpa batasan.
 
Meski baru satu bulan terdaftar, seluruh korban akan mendapatkan manfaat perlidungan dan pelayanan yang sama dari BPJS TK. Sebanyak 11 korban yang ditemukan selamat telah dilakukan penanganan oleh tim medis dan didampingi petugas dari BPJS TK.
 
“Pekerja langsung mendapatkan haknya, meski iuran yang dibayarkan baru satu kali. Hak tersebut meliputi seluruh manfaat atas program yang diikuti,” ujar Agus, dalam keterangan tertulis, Jumat, 23 Agustus 2019.
 
Kejadian yang menimpa ABK KM Mina Sejati ini masuk ke dalam lingkup kecelakaan kerja, sehingga seluruh biaya perawatan dan pengobatan para korban akan ditanggung hingga sembuh.
 
Sedangkan untuk korban meninggal, ahli warisnya akan mendapatkan santunan kematian akibat kecelakaan kerja sebesar 48 kali upah yang dilaporkan.
 
Bagi peserta yang sedang dalam perawatan dan tidak mampu bekerja akan mendapatkan penggantian upah sesuai ketentuan.
 
”Kami turut prihatin atas musibah yang telah terjadi dan berharap tragedi tersebut menjadi perhatian kita semua. Profesi pekerjaan, seperti ABK dan nelayan rentan akan risiko sosial. Untuk itu menjadi tanggung jawab kita semua untuk terus melakukan edukasi akan pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan,” ucap Agus.
 
Untuk diketahui, tragedi yang dialami oleh ABK di perairan Laut Aru merenggut korban jiwa. Insiden tragis yang dialami oleh 36 ABK KM Mina Sejati dipicu perkelahian antar ABK ketika kapal sedang berlayar di perairan Kepulauan Aru, Maluku, Sabtu, 17 Agustus 2019. Tiga ABK melakukan pembunuhan terhadap beberapa ABK lainnya.
 
Imbas dari kejadian tersebut 11 orang selamat, dua orang meninggal dunia, dan 23 orang termasuk pelaku belum ditemukan.
 

(ROS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif