Kepala BPOM Penny Lukito. ANT/Fikri Yusuf.
Kepala BPOM Penny Lukito. ANT/Fikri Yusuf.

BPOM: Ambang Batas Cemaran NDMA 96 Nanogram Perhari

Nasional BPOM tarik ranitidin
Faisal Abdalla • 11 Oktober 2019 16:12
Jakarta: Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyebut cemaran N-Nitrosodimethylamine (NDMA) pada produk obat tukak lambung dan tukak usus Ranitidin tak serta merta memicu kanker. Dibutuhkan jumlah dan jangka waktu tertentu membuat NDMA memicu penyakit kanker.
 
"Studi global memutuskan nilai ambang batas cemaran NDMA yang diperbolehkan adalah 96 nanogram/hari," kata Ketua BPOM Penny Kusumastuti Lukito di Kantor BPOM, Jalan Percetakan Negara, Jakarta Pusat, Jumat, 11 Oktober 2019.
 
Penny meminta masyarakat merespons isu ini secara rasional. Respons cepat BPOM dalam menanggapi temuan cemaran NDMA dalam Ranitidin demi melindungi masyarakat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia juga meminta masyarakat tak perlu khawatir berlebihan. Sebab, pasien yang telah mengkonsumsi Ranitidin yang terkontaminasi NDMA belum tentu langsung terpapar kanker.
 
"Risiko itu belum tentu terjadi. Ada aspek waktu dan jumlah yang akan memengaruhi apakah akan timbul atau tidak," ujarnya.
 
BPOM telah menarik sementara seluruh obat yang mengandung Ranitidin dari peredaran. BPOM akan melakukan penelitian lebih lanjut.
 
"Penarikan secara sukarela juga sudah dilakukan. Produsen juga kita awasi bersama teman-teman di seluruh balai. Untuk obat itu adalah produk yang bisa dengan mudah kita telusuri. Para produsen akan menaati perintah BPOM," ujarnya.
 
Penny belum memastikan sampai kapan penarikan Ranitidin dari pasaran akan dilakukan. BPOM masih melakukan serangkaian uji bekerja sama dengan tenaga ahli terkait.
 

(DRI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif