medcom.id, Yogyakarta: General Manager Bandara Adisutjipto, Kolonel Penerbang Agus Pandu Purnama, mengatakan roda pesawat Batik Air yang tergelincir di landas pacu 27 Bandara Adisutjipto, Jumat kemarin, masih tetap bisa berfungsi. Meski, pada saat kejadian, roda seperti terlihat patah, namun saat proses evakuasi roda yang ternyata terlipat itu bisa menolong tim.
"Roda pesawat bisa difungsikan. Hal itu yang membantu memudahkan proses evakuasi," kata Agus dalam konferensi pers di Kantor Angkasa Pura 1 Yogyakarta, Sabtu (7/11/2015).
Agus menuturkan, sebelum melakukan evakuasi, ia bersama tim telah melakukan rapat sekitar pukul 22.00 WIB. Rapat membahas bagaimana menyiapkan teknis evakuasi dengan bantuan yang telah disiapkan.
Hasilnya, saat operasi evakuasi digelar sekira pukul 24.00 WIB, pesawat bisa bergerak untuk ditarik pada pukul 04.40 WIB. "Untuk memindahkan badan pesawat sesuai posisi yang kami kehendaki, butuh waktu 20 menit. Pukul 05.00 WIB, evakuasi berhasil dilakukan," kata dia. Saat evakuasi, Angkasa Pura dibantu tim dari Jakarta dan TNI AU Adisutjipto.
Direktur Pengembangan Bisnis Lion Group (perusahaan induk Batik Air), Daniel Putut Kuncoro Adi, mengatakan saat pertama tergelincir kondisi roda pesawat memang seperti patah. Namun, ia setelah proses evakuasi selesai roda ternyata tidak patah. "Hanya melipat ke belakang. (Roda masih) utuh," ujarnya.
Ia menuturkan, saat pesawat tergelincir posisi roda berada di bawah pesawat dan menyangkut bagian belakang. Saat proses evakuasi, roda bisa kembali ditegakkan. "Ini yang kita lihat dan proses evakuasi bisa cepat. Namun dampaknya, ada bolongan di tubuh pesawat," katanya.
Saat ini, pesawat Batik Air yang berhasil dievakuasi masih berada di landasan ujung timur Bandara Adisutjipto.
medcom.id, Yogyakarta: General Manager Bandara Adisutjipto, Kolonel Penerbang Agus Pandu Purnama, mengatakan roda pesawat Batik Air yang tergelincir di landas pacu 27 Bandara Adisutjipto, Jumat kemarin, masih tetap bisa berfungsi. Meski, pada saat kejadian, roda seperti terlihat patah, namun saat proses evakuasi roda yang ternyata terlipat itu bisa menolong tim.
"Roda pesawat bisa difungsikan. Hal itu yang membantu memudahkan proses evakuasi," kata Agus dalam konferensi pers di Kantor Angkasa Pura 1 Yogyakarta, Sabtu (7/11/2015).
Agus menuturkan, sebelum melakukan evakuasi, ia bersama tim telah melakukan rapat sekitar pukul 22.00 WIB. Rapat membahas bagaimana menyiapkan teknis evakuasi dengan bantuan yang telah disiapkan.
Hasilnya, saat operasi evakuasi digelar sekira pukul 24.00 WIB, pesawat bisa bergerak untuk ditarik pada pukul 04.40 WIB. "Untuk memindahkan badan pesawat sesuai posisi yang kami kehendaki, butuh waktu 20 menit. Pukul 05.00 WIB, evakuasi berhasil dilakukan," kata dia. Saat evakuasi, Angkasa Pura dibantu tim dari Jakarta dan TNI AU Adisutjipto.
Direktur Pengembangan Bisnis Lion Group (perusahaan induk Batik Air), Daniel Putut Kuncoro Adi, mengatakan saat pertama tergelincir kondisi roda pesawat memang seperti patah. Namun, ia setelah proses evakuasi selesai roda ternyata tidak patah. "Hanya melipat ke belakang. (Roda masih) utuh," ujarnya.
Ia menuturkan, saat pesawat tergelincir posisi roda berada di bawah pesawat dan menyangkut bagian belakang. Saat proses evakuasi, roda bisa kembali ditegakkan. "Ini yang kita lihat dan proses evakuasi bisa cepat. Namun dampaknya, ada bolongan di tubuh pesawat," katanya.
Saat ini, pesawat Batik Air yang berhasil dievakuasi masih berada di landasan ujung timur Bandara Adisutjipto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UWA)