Waspada Peredaran Narkoba Jelang Tahun Baru
Polres Jakarta Barat menggagalkan upaya penyelundupan 44 kilogram sabu dan 20 ribu butir ekstasi di Pelabuhan Rakyat, Cilegon, Banten, Senin, 26 November 2018. Foto: MI/Pius Erlangga
Jakarta: Penegak hukum diminta lebih waspada jelang tahun baru. Penyelundupan dan peredaran narkoba disebut marak saat pergantian tahun.

"Pengungkapan lebih dari 75 kilogram sabu pekan lalu merupakan bukti para penyelundup dan bandar memanfaatkan momentum pergantian tahun untuk menyelundupkan narkoba,” kata Anggota Komisi III DPR Ahmad Sahroni melalui keterangan tertulis, Selasa, 27 November 2018.

Polres Jakarta Barat menggagalkan penyelundupan 44 kilogram sabu dan 20 ribu butir ekstasi di Pelabuhan Rakyat, Cilegon, Banten, Senin, 26 November. Kasat Narkoba Polres Jakbar, AKBP Erick Frendriz, mengatakan barang haram tersebut sengaja diselundupkan untuk diedarkan pada malam pergantian tahun.


Direktorat IV Narkoba Bareskrim Polri juga menggagalkan penyelundupan 31,6 kilogram sabu milik sindikat Malaysia. Sabu disembunyikan dalam truk boks pengangkut barang di kawasan Cilegon, Banten. Sabu diduga diselundupkan melalui laut.

Sahroni mengapresiasi kesigapan Polri menggagalkan penyelundupan puluhan kilogram sabu. Namun, ia mewanti-wanti agar Polri tetap waspada. "(Pengungkapan) ini menandakan Indonesia masih sebagai pangsa besar narkoba. Untuk itu, pengamanan harus terus ditingkatkan," kata dia.

Salah satu yang ia soroti adalah pengamanan jalur laut. Karena, menurutnya, sekitar 65 persen penyelundupan narkoba lewat laut, khususnya melalui pelabuhan tak resmi atau pelabuhan tikus.

Pada Maret lalu, Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigadir Jenderal Eko Daniyanto menyatakan Indonesia memiliki 28 ribu pelabuhan tikus. 

“Sebagai salah satu negara dengan garis pantai terpanjang di dunia, Indonesia memiliki banyak jalur tikus untuk penyelundupan. Ini harus menjadi fokus bersama penegak hukum, bagaimana memperkuat pengawasan di perairan,” kata Sahroni.

Menurutnya, Badan Keamanan Laut (Bakamla) harus dimaksimalkan untuk mengamankan jalur laut dari peredaran narkoba. "Bakamla harus bisa menyinergikan instansi penegak hukum seperti Polri, TNI, dan Bea Cukai untuk bersama memberantas narkoba,” kata dia.





(UWA)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id