Jakarta: Semangat kesetaraan gender yang diusung Kartini tak boleh surut di tengah wabah virus korona (covid-19). Apalagi, dengan situasi merebaknya pagebluk ini, perempuan menjadi salah satu korban kekerasan.
"Kekerasan terhadap perempuan banyak terjadi akhir-akhir ini akibat tekanan ekonomi, mental, dan psikologis dalam keluarga di tengah pandemi," kata Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) Giwo Rubianto, melalui keterangan tertulis, Senin, 20 April 2020.
Ia berharap, melalui momentum hari Kartini yang jatuh pada 21 April besok, kekerasan perempuan di tengah hawar bisa ditekan. Kowani meminta pemerintah mengedukasi dan memberikan konseling agar bisa menekan ketidakadilan terhadap perempuan. Seiring pemberlakuan pembatasan sosial (social distancing) dan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), kekerasan terhadap perempuan juga terkerek.
"Kowani berharap semangat 'habis gelap terbitlah terang' yang digelorakan Kartini tidak terkikis oleh situasi dan kondisi saat ini. Semangat kesetaraan gender dalam berbagai bidang yang diperjuangkan Kartini tetap harus menyala," ujarnya.
Kowani mendorong pemerintah untuk memasifkan konseling psikologi, terutama di tingkat akar rumput. Giwo meminta pimpinan paling bawah, mulai dari ketua RT, RW, hingga lurah turun tangan memberikan konseling.
Ia juga mengimbau perempuan Indonesia untuk tetap berjuang di tengah pandemi. "Karena di tangan perempuanlah kebahagiaan dan ketenangan anggota keluarga bertumpu," katanya.
Tak hanya menyeru, Kowani juga turun tangan dengan membentuk posko covid-19. Kegiatan yang dilakukan meliputi pemberian bantuan alat pelindung diri (APD) bagi tenaga medis dan pemberian sembako bagi masyarakat terdampak.
Kowani juga memberikan bantuan spiritual berupa konseling untuk warga lanjut usia yang berada di Washington DC, Amerika Serikat. Kegiatan ini bekerja sama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Washington dan Pos Kesehatan Diaspora Indonesia di Amerika.
"Kegiatan ini dilakukan secara virtual," ujarnya.
Konseling psikologis juga dilakukan terhadap anggota Kowani. Diharapkan, hasil konseling ini bisa diteruskan ke masyarakat, khususnya perempuan.
Tanggal 21 April diperingati sebagai hari Kartini. Peringatan ini sebagai wujud penghormatan terhadap Raden Adjeng Kartini yang menjadi pemantik kebangkitan perempuan pribumi. Tanggal 21 April diambil berdasarkan tanggal kelahirannya. Kartini lahir pada 21 April 1879.
Jakarta: Semangat kesetaraan gender yang diusung Kartini tak boleh surut di tengah wabah virus korona (covid-19). Apalagi, dengan situasi merebaknya pagebluk ini, perempuan menjadi salah satu korban kekerasan.
"Kekerasan terhadap perempuan banyak terjadi akhir-akhir ini akibat tekanan ekonomi, mental, dan psikologis dalam keluarga di tengah pandemi," kata Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) Giwo Rubianto, melalui keterangan tertulis, Senin, 20 April 2020.
Ia berharap, melalui momentum hari Kartini yang jatuh pada 21 April besok, kekerasan perempuan di tengah hawar bisa ditekan. Kowani meminta pemerintah mengedukasi dan memberikan konseling agar bisa menekan ketidakadilan terhadap perempuan. Seiring pemberlakuan pembatasan sosial (
social distancing) dan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), kekerasan terhadap perempuan juga terkerek.
"Kowani berharap semangat 'habis gelap terbitlah terang' yang digelorakan Kartini tidak terkikis oleh situasi dan kondisi saat ini. Semangat kesetaraan gender dalam berbagai bidang yang diperjuangkan Kartini tetap harus menyala," ujarnya.
Kowani mendorong pemerintah untuk memasifkan konseling psikologi, terutama di tingkat akar rumput. Giwo meminta pimpinan paling bawah, mulai dari ketua RT, RW, hingga lurah turun tangan memberikan konseling.
Ia juga mengimbau perempuan Indonesia untuk tetap berjuang di tengah pandemi. "Karena di tangan perempuanlah kebahagiaan dan ketenangan anggota keluarga bertumpu," katanya.
Tak hanya menyeru, Kowani juga turun tangan dengan membentuk posko covid-19. Kegiatan yang dilakukan meliputi pemberian bantuan alat pelindung diri (APD) bagi tenaga medis dan pemberian sembako bagi masyarakat terdampak.
Kowani juga memberikan bantuan spiritual berupa konseling untuk warga lanjut usia yang berada di Washington DC, Amerika Serikat. Kegiatan ini bekerja sama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Washington dan Pos Kesehatan Diaspora Indonesia di Amerika.
"Kegiatan ini dilakukan secara virtual," ujarnya.
Konseling psikologis juga dilakukan terhadap anggota Kowani. Diharapkan, hasil konseling ini bisa diteruskan ke masyarakat, khususnya perempuan.
Tanggal 21 April diperingati sebagai hari Kartini. Peringatan ini sebagai wujud penghormatan terhadap Raden Adjeng Kartini yang menjadi pemantik kebangkitan perempuan pribumi. Tanggal 21 April diambil berdasarkan tanggal kelahirannya. Kartini lahir pada 21 April 1879.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
Viral! 18 Kampus ternama memberikan beasiswa full sampai lulus untuk S1 dan S2 di Beasiswa OSC. Info lebih lengkap klik : osc.medcom.id(UWA)