Menteri Sosial Juliari P Batubara. Medcom.id/Candra Yuri Nuralam
Menteri Sosial Juliari P Batubara. Medcom.id/Candra Yuri Nuralam

Kemensos Dapat Opini WTP dari BPK

Nasional BPK mensos
Candra Yuri Nuralam • 24 Juli 2020 21:46
Jakarta: Kementerian Sosial (Kemensos) mendapatkan opini wajar tanpa pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Opini WTP ini merupakan kali keempat yang diterima Kemensos.
 
“Saya menyambut baik capaian ini. Di tengah anggaran yang terus meningkat, predikat WTP bisa kita raih dan pertahankan," kata Menteri Sosial Juliari P Batubara, di Gedung Kemensos, Cawang, Jakarta Timur, Jumat, 24 Juli 2020.
 
Juliari mengatakan opini WTP ini merupakan salah satu penghargaan penting yang diterima jajarannya. Penghargaan ini, kata dia, bisa didapat karena kerja keras anak buahnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya kira ini tentu tidak lepas dari kerja sama yang baik, dan komitmen kuat seluruh jajaran Kemensos, khususnya dalam pengelolaan anggaran yang transparan dan akuntabel. Tentu juga capaian ini tidak lepas dari bimibingan tim pemeriksa BPK," ujar Juliari.
 
Prestasi ini juga merupakan bukti upaya serius Kemensos menindaklanjuti rekomendasi BPK di tengah kesibukan mengatasi dampak sosial wabah virus korona (covid-19) di Indonesia. Pertanggungjawaban penggunaan uang negara tetap dinomorsatukan.
 
Selama pandemi anggaran Kemensos meningkat menjadi Rp124,4 triliun. Dana itu digunakan untuk menekan jumlah kemiskinan melalui program perlindungan sosial yang telah dilaksanakan.
 
“Tantangan pengelolaan anggaran semakin rumit di era pendemi. Dengan anggaran sebesar itu, dibutuhkan ketaatan untuk pembelanjaannya  sesuai prinsip tatakelola anggaran yang baik good governance sejalan dengan kebutuhan di situasi krisis, yang harus cepat dan tepat," tutur Juliari.
 
Sekretaris jenderal Kemensos Hartono Laras ingin terus menjaga prestasi ini. Dia ingin Kemensos terus mendapat opini WTP tiap tahun.
 
“Meraih opini WTP dari BPK bisa dipahami sebuah prestasi. Namun ke depan, kami dengan Inspektur Jenderal dan jajaran unit kerja eselon I Kemensos, tidak hanya ingin menempatkan WTP sebagai prestasi, tetapi juga tradisi,” kata Hartono.

 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif