Pertemuan antara Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Hermanto Dardak dengan Sekretaris Daerah Kabupaten Subang Abdurakhman.
Pertemuan antara Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Hermanto Dardak dengan Sekretaris Daerah Kabupaten Subang Abdurakhman.

Dampak Positif Tol Cipali Dirasakan Pemda Sekitar

Nasional berita kemenpu
Kesturi Haryunani • 10 Juli 2015 14:06
medcom.id, Jakarta: Pembangunan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) mulai dirasakan Pemerintah Daerah (Pemda) sekitar.
 
“Sejak dibangunnya Tol Cipali, perkembangan di sektor industri besar sekali. Sebelumnya Kabupaten Subang menyediakan 10 ribu hektare zona industri dan sudah mau habis,” tutur Sekretaris Daerah Kabupaten Subang, Abdurakhman, di Subang, Jawa Barat, Jumat (10/7/2015).
 
Dampak positif juga dirasakan dunia pariwisata melalui wisata alam Sari Ater. Diakui Abdurakhman, saat ini kunjungan wisatawan ke pemandian air hangat itu meningkat tajam.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Untuk mengmbangi pertumbuhan yang pesat tersebut, Pemerintah Kabupaten Subang membutuhkan dukungan dari pemerintah pusat dalam hal infrastruktur pendukung. Menurut Abdurakhman, infrastruktur yang ada saat ini masih kurang memadai.
 
Sementara itu, Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Hermanto Dardak mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya tengah mengembangkan 35 Wilayah Pengembangan Strategis (WPS) di Indonesia. Salah satunya adalah WPS Jakarta-Cirebon, termasuk di dalamnya adalah Kabupate Subang.
 
“Subang sebagai salah satu pusat pelayanan jasa. Di dalamnya terdapat Kecamatan Kalijati yang memiliki kawasan industri. Diharapkan kedepannya akan semakin efektif melalui infrastruktur PUPR yang bisa kita desain dan rancang untuk betul-betul berkembang, sesuai dengan peluang yang ada di situ,” tutur Hermanto.
 
Koordinasi dan komitmen, terang hermanto, sangat dibutuhkan antara pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten, serta pihak swasta dalam melaksanakan peranannya masing-masing pada jangka waktu tertentu.
 
Hermanto mencontohkan yang telah dilaksanakan di Kabupaten Bekasi. Sebelumnya terdapat kesepakatan mengenai apa yang harus dilakukan pemerintah Bekasi dan dukungan pemerintah pusat, juga kewajiban pihak swasta. Sehingga Cikarang yang berada di Kabupaten Bekasi berhasil menjadi kawasan industri terbesar di Indonesia.
 
“Kalau model-model seperti itu bisa kita bina untuk Kabupaten Subang, mungkin bisa terarah bagaimana Subang membangun ke depan dan Kementerian PUPR ini bisa bersinergi. Karena BPIW juga mengikat diri dengan sektor lain, seperti Kementerian Perindustrian, Perhubungan, dan lain-lain,” tambah Hermanto.
 
Di daerah sepanjang tol Cipali saat ini berkembang kawasan industri. Selain Subang, juga ada di Majalengka dan kota baru Aero City yang berada di kawasan pembangunan Bandara Kertajati.
 
“Inilah yang harus kita rancang sedemikain rupa, sehingga kawasan-kawasan tadi land use-nya compatible dengan infrastruktur yang ada. Dengan keterpaduan, memadukan antara pasar dengan pembangunan wilayah jangka panjang yang kita harapkan berkelanjutan. Dan jangka pendeknya ada tahapan-tahapan yang memberikan kontribusi bagi pertumbuhan dan pengurangan disparitas yang ada,” ujar Hermanto.
 
Jakarta sebagai metropolitan, jelas Hermanto, sebelumnya mengalami pergerakan pertumbuhan ke selatan. Namun dengan adanya jalan ekspress (Tol JORR-JORR2), saat ini konteks kepadatan untuk bisnis dan perumahan bergerak ke timur dan barat Jakarta.
 
“Sekarang konteks kepadatan untuk bisnis dan perumahan sudah menjangkau ke timur dan barat. Ke depannya, pengembangan wilayah yang menjadi kepedulian BPIW ini disesuaikan dengan pergerakan pasar,” kata Hermanto.
 
Hermanto mencontohkan, salah satu yang menonjol adalah KM 29 di Tol Jakarta-Cikampek. Di sana terdapat akses ke kawasan industri sekaligus dry port. Selanjutnya akan dibangun akses kereta api menuju Pelabuhan Tanjung Priok dan kanal Cikarang-Bekasi–Laut (CBL) yang saat ini sedang tahap desain.
 
“Ini model keterpaduan antara tempat produksi yang mempunyai nilai tambah produksi nasional kita. Sehingga dampaknya adanya lapangan kerja, sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat di areal industri,” tutup Hermanto.
 

(NIN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif