Epidemiolog dari Griffith University, Australia, Dicky Budiman. Foto: Istimewa
Epidemiolog dari Griffith University, Australia, Dicky Budiman. Foto: Istimewa

Epidemiolog: Negara Maju Sudah Mulai Vaksinasi Booster bagi Lansia

Theofilus Ifan Sucipto • 23 November 2021 15:04
Jakarta: Epidemiolog dari Griffith University, Australia, Dicky Budiman, mengatakan negara maju sudah memulai pemberian vaksin booster bagi lanjut usia (lansia). Penyuntikan vaksin covid-19 dosis ketiga itu dinilai penting lantaran antibodi lansia lebih mudah menurun.
 
“Imunitasnya sudah tidak sekuat proteksi di usia muda, makanya banyak negara maju memberi vaksin booster untuk lansia,” kata Dicky dalam diskusi virtual, Selasa, 23 November 2021.
 
Dicky mengatakan berbagai negara maju tidak lagi menunggu rentang waktu lima bulan lebih usai vaksinasi dosis kedua untuk memberikan vaksin booster kepada lansia. Mereka mempersingkat waktu menjadi tiga hingga empat bulan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: 31,91% Lansia Tuntas Divaksinasi Covid-19 per 22 November
 
“Contohnya Korea Selatan yang mulai (vaksinasi booster lansia) dengan jeda empat bulan setelah vaksinasi dosis kedua,” papar dia.
 
Menurut Dicky, tren ini akan diikuti negara-negara lainnya. Bahkan, dia memprediksi seluruh negara mengubah definisi vaksinasi lengkap yang saat ini merujukan pada pemberian dua dosis vaksin.
 
“Ke depannya definisi vaksin lengkap adalah tiga dosis,” tutur dia.

Vaksin untuk Indonesia


Dalam upaya mendukung vaksinasi di Tanah Air, Media Group bersama Slank menggelorakan kampanye sosial bertajuk "Vaksin untuk Indonesia". Kampanye ini adalah upaya untuk bersama-sama bangkit dari pandemi dan memupuk optimisme menuju normal baru dengan terus menjaga kesehatan fisik dan mental. Vaksin dalam tajuk ini bukan saja berarti "obat" atau "anti-virus", tetapi juga upaya untuk menguatkan kembali mental dan spirit kita di tengah kesulitan akibat pandemi.
 
"Slank dan Media Group bikin gerakan yang bertema 'Vaksin untuk Indonesia'. Berharap lewat musik dan dialog, acara ini bisa menyemangati dampak pandemi yang mengenai kehidupan kita, supaya tetap semangat. Kita hibur supaya senang, supaya imun kita naik juga. Mengajak masyarakat untuk jangan takut untuk divaksin. Ini salah satu solusi untuk lepas dari pandemi," terang drummer Slank, Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim.
 
Program "Vaksin untuk Indonesia" tayang di Metro TV setiap hari Jumat, pukul 20:05 WIB. Dalam tayangan ini, Slank bukan saja menyuguhkan musik semata, tetapi juga menampilkan perjalanan ke sejumlah tempat dan berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang sosial.
 

 
(OGI)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif