Ilustrasi: Medcom.id
Ilustrasi: Medcom.id

3 Vaksin Covid-19 Ini Disebut Tak Perlu Booster Hingga 8 Bulan

Nasional covid-19 vaksin covid-19 Vaksinasi covid-19 Pfizer Moderna Vaksin Johnson & Johnson Vaksin Slank untuk Indonesia Vaksin Booster
Antara • 18 Oktober 2021 03:43
Jakarta: Sebanyak tiga vaksin covid-19, Pfizer, Moderna, dan Johnson & Johnson, tercatat menunjukkan tanda respons imun yang kuat hingga delapan bulan setelah suntikan, tanpa booster. Hal ini terungkap dalam studi di New England Journal of Medicine.
 
Para peneliti menemukan tanda yang menunjukkan ketiga vaksin menghasilkan perlindungan kuat dan tahan lama dari risiko keparahan penyakit. Analisis juga mengisyaratkan perbedaan cara vaksin menghasilkan antibodi. 
 
Antibodi dari Pfizer dan Moderna melonjak dan kemudian turun dengan cepat. Sementara itu, antibodi Johnson & Johnson lebih stabil dari waktu ke waktu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: 8,1 Juta Warga di DKI Terima Vaksin Dosis Lengkap
 
"Pada bulan kedelapan, respons antibodi sebanding untuk ketiga vaksin ini," ujar Direktur Pusat Penelitian Virologi dan Vaksin di Beth Israel Deaconess Medical Center, Dan Barouch, seperti dikutip dari Antara, Minggu, 17 Oktober 2021.
 
Vaksin Pfizer dan Moderna mengandalkan jenis teknologi yang sama, yakni mRNA, sedangkan Johnson & Johnson menggunakan teknologi vektor virus. Kedua teknologi ini memicu berbagai jenis respons imun.
 
Antibodi, yakni protein yang melawan virus dalam darah, menjadi salah satu indikasi vaksin bekerja. Namun, antibodi hanyalah salah satu bagian dari respons imun tubuh secara keseluruhan.
 
Studi baru ini menjadi yang pertama membandingkan tidak hanya antibodi, tetapi sel-T pada ketiga vaksin. Sel-T bagian penting dari sistem kekebalan yang kemungkinan menawarkan perlindungan lebih tahan lama, bahkan setelah antibodi turun.
 
"Respons sel-T kemungkinan berkontribusi pada perlindungan vaksin terhadap penyakit parah. Respons sel-T relatif stabil untuk ketiga vaksin selama delapan bulan," kata Barouch.
 
Direktur penyakit menular di South Shore Health, Todd Ellerin, mengatakan semakin tinggi titer antibodi penetralisir, semakin terlindungi seseorang dari infeksi. Hal ini menjadi salah satu keuntungan pemberian dua dosis vaksin mRNA dibandingkan dengan dosis tunggal Johnson & Johnson dalam mencegah infeksi.
 
Namun, semua vaksin yang tersedia dijamin ampun melawan covid-19. Ketika berbicara penyakit parah, seluruh vaksin sama hebatnya.

Vaksin untuk Indonesia


Dalam upaya mendukung vaksinasi di Tanah Air, Media Group bersama Slank menggelorakan kampanye sosial bertajuk "Vaksin untuk Indonesia". Kampanye ini adalah upaya untuk bersama-sama bangkit dari pandemi dan memupuk optimisme menuju normal baru dengan terus menjaga kesehatan fisik dan mental. Vaksin dalam tajuk ini bukan saja berarti "obat" atau "anti-virus", tetapi juga upaya untuk menguatkan kembali mental dan spirit kita di tengah kesulitan akibat pandemi.
 
"Slank dan Media Group bikin gerakan yang bertema 'Vaksin untuk Indonesia'. Berharap lewat musik dan dialog, acara ini bisa menyemangati dampak pandemi yang mengenai kehidupan kita, supaya tetap semangat. Kita hibur supaya senang, supaya imun kita naik juga. Mengajak masyarakat untuk jangan takut untuk divaksin. Ini salah satu solusi untuk lepas dari pandemi," terang drummer Slank, Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim.
 
Program "Vaksin untuk Indonesia" tayang di Metro TV setiap hari Jumat, pukul 20:05 WIB. Dalam tayangan ini, Slank bukan saja menyuguhkan musik semata, tetapi juga menampilkan perjalanan ke sejumlah tempat dan berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang sosial.
 


 
(OGI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif