Mengangkat tema “Langkah Kecil, Dampak Besar: Tips Pilih Hidrasi Terbaik untuk Keluarga”, kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian edukasi kesehatan keluarga yang akan berlangsung di berbagai rumah sakit besar di Jakarta, sepanjang bulan April hingga Desember 2026.
Program ini menghadirkan edukasi langsung dari para ahli mengenai cara memilih air minum yang aman dan berkualitas, aktivitas edukatif, hingga interaksi langsung dengan para ibu sebagai pengambil keputusan kesehatan di rumah.
Fella Falencia, Marketing Manager AQUA, menjelaskan bahwa seri edukasi tersebut lahir dari kesamaan komitmen antara Aqua dan mitra untuk mendukung para ibu dalam menentukan pilihan terbaik bagi keluarga, termasuk dalam memilih air minum berkualitas guna memenuhi kebutuhan hidrasi sehat seluruh anggota keluarga, termasuk anak-anak.
| Baca juga: Intip Kolaborasi AQUA x alvinxki, Hadirkan 45 Pesan "Adem" yang Relate dengan Gen Z |
“Tidak hanya di rumah, kolaborasi kami dengan rumah sakit-rumah sakit besar di Jakarta dan sekitarnya, RS Mitra Keluarga Bintaro sebagai contoh, juga diharapkan dapat memaksimalkan proteksi kesehatan keluarga melalui hidrasi yang berkualitas,” ujar Fella.
dr. Adelina Haryono, Sp.GK, AIFO-K, dokter spesialis gizi klinis di RS Mitra Keluarga Bintaro, menyoroti bahwa masih banyak masyarakat Indonesia yang belum menyadari pentingnya kecukupan air minum harian.
“Tercatat sekitar 1 dari 5 anak dan remaja serta 1 dari 4 orang dewasa masih belum cukup minum air1. Padahal, tubuh kita terdiri dari sekitar 50-60% air, yang berperan penting dalam hampir seluruh fungsi tubuh,” kata Adelina.
Ia juga menegaskan bahwa anak membutuhkan sekitar 1,2–1,5 liter per hari, sementara orang dewasa sekitar 1,8–2 liter per hari. Dan yang terpenting, jangan menunggu haus untuk minum.
Sementara itu, dr. Tria Rosemiarti, Dipl in Nutrition, MKK, dari Nutrition Design & Hydration Science Research and Innovation AQUA, mengungkapkan bahwa berdasarkan Studi Kualitas Air Minum Rumah Tangga (SKAMRT), tujuh dari sepuluh rumah tangga masih mengonsumsi air yang terkontaminasi E. coli, dan hanya sebagian kecil yang memiliki akses air minum aman.
| Baca juga: Lebih dari Sekadar Air Minum, AQUA Ingin Jadi Teman Refleksi Jiwa di Ramadan Tahun Ini |
“Merebus air memang bisa membunuh sebagian besar bakteri, namun hal ini tidak menghilangkan logam berat ataupun senyawa lain yang mungkin ada di dalam air, terlebih jika kualitas sumber airnya tidak terjaga kualitasnya,” jelasnya.
Almiranti Fira, sebagai Ibu Bijak AQUA, menekankan bahwa peran ibu sangat penting dalam membentuk kebiasaan hidrasi keluarga. Ia menggambarkan ibu sebagai “menteri kesehatan” di rumah, karena keputusan sederhana seperti memilih air minum dapat berdampak besar, terutama karena anak cenderung meniru kebiasaan orang tuanya.
“Mulai dari hal kecil, pastikan air mudah dijangkau, biasakan minum di waktu-waktu tertentu, dan yang paling penting, orang tua harus memberi contoh. Kebiasaan baik itu dibangun, bukan dipaksa. Oleh sebab itu, memilih air yang sudah terjamin kualitasnya adalah langkah paling sederhana untuk menjaga kesehatan keluarga setiap hari,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News