Jakarta: Langit Indonesia malam ini, Selasa, 3 Maret 2026, akan menyuguhkan fenomena alam yang luar biasa. Gerhana Bulan Total (GBT) atau yang populer disebut Blood Moon akan menghiasi langit Nusantara.
Fenomena ini bukan sekadar peristiwa astronomi biasa, melainkan momen langka yang menyimpan berbagai keistimewaan. Karena itu, Sabat Medcom jangan sampai melewatkan fenomena Gerhana Bulan Total malam ini.
Berikut adalah alasan kuat mengapa Gerhana Bulan Total kali ini begitu menarik untuk diamati:
Satu-satunya Gerhana di Indonesia Sepanjang 2026
Tahun 2026 sebenarnya diprediksi akan mengalami empat kali gerhana (dua gerhana Matahari dan dua gerhana Bulan). Namun, dari keempat peristiwa tersebut, hanya Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 inilah yang dapat diamati secara langsung dari wilayah Indonesia. Ini adalah kesempatan tunggal bagi masyarakat tanah air untuk menyaksikan keajaiban kosmik tahun ini.
Baca Juga :
Kemenag Imbau Umat Islam Gelar Salat Gerhana Bulan Total, Ini Niat dan Tata Cara Pelaksanaannya
Bertepatan dengan Malam ke-14 Ramadan 1447 H
Fenomena ini terasa kian istimewa karena terjadi tepat di pertengahan bulan suci Ramadan. Munculnya gerhana di malam ke-14 Ramadan menambah nilai spiritual dan sosial bagi masyarakat Indonesia. Momen ini biasanya dirayakan dengan pelaksanaan shalat sunnah gerhana (Khusuf) berjamaah di masjid-masjid selepas waktu Magrib atau Isya, memperkuat nuansa kebersamaan di bulan puasa.
Pesona Magis "Blood Moon" Merah Tembaga
Saat mencapai puncak gerhana, Bulan tidak akan hilang dari pandangan. Sebaliknya, Bulan akan berubah warna menjadi merah gelap atau merah tembaga yang eksotis. Warna ini muncul akibat pembiasan cahaya Matahari oleh atmosfer Bumi, fenomena ilmiah yang disebut hamburan Rayleigh. Visual "Bulan Berdarah" ini selalu menjadi incaran para fotografer dan pecinta keindahan alam.
Waktu Pengamatan Prima Sambil Berbuka Puasa
Berbeda dengan gerhana bulan biasanya yang sering terjadi di tengah malam, gerhana kali ini memiliki waktu pengamatan yang sangat ideal. Puncak gerhana diprediksi terjadi sekitar pukul 18.37 WIB.
Sangat Aman dan Mudah Diamati
Satu hal yang perlu diingat, Gerhana Bulan Total sangat aman dilihat langsung dengan mata telanjang. Anda tidak memerlukan kacamata khusus atau filter tertentu seperti saat melihat gerhana Matahari. Selama cuaca cerah dan tidak terhalang mendung, siapa pun bisa menikmati pemandangan ini dari halaman rumah, area terbuka, atau tepi pantai.
(Fany Wirda Putri)
Jakarta: Langit Indonesia malam ini, Selasa, 3 Maret 2026, akan menyuguhkan fenomena alam yang luar biasa.
Gerhana Bulan Total (GBT) atau yang populer disebut Blood Moon akan menghiasi langit Nusantara.
Fenomena ini bukan sekadar peristiwa astronomi biasa, melainkan momen langka yang menyimpan berbagai keistimewaan. Karena itu, Sabat Medcom jangan sampai melewatkan fenomena Gerhana Bulan Total malam ini.
Berikut adalah alasan kuat mengapa Gerhana Bulan Total kali ini begitu menarik untuk diamati:
Satu-satunya Gerhana di Indonesia Sepanjang 2026
Tahun 2026 sebenarnya diprediksi akan mengalami empat kali gerhana (dua gerhana Matahari dan dua gerhana Bulan). Namun, dari keempat peristiwa tersebut, hanya Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 inilah yang dapat diamati secara langsung dari wilayah Indonesia. Ini adalah kesempatan tunggal bagi masyarakat tanah air untuk menyaksikan keajaiban kosmik tahun ini.
Bertepatan dengan Malam ke-14 Ramadan 1447 H
Fenomena ini terasa kian istimewa karena terjadi tepat di pertengahan bulan suci Ramadan. Munculnya gerhana di malam ke-14 Ramadan menambah nilai spiritual dan sosial bagi masyarakat Indonesia. Momen ini biasanya dirayakan dengan pelaksanaan shalat sunnah gerhana (Khusuf) berjamaah di masjid-masjid selepas waktu Magrib atau Isya, memperkuat nuansa kebersamaan di bulan puasa.
Pesona Magis "Blood Moon" Merah Tembaga
Saat mencapai puncak gerhana, Bulan tidak akan hilang dari pandangan. Sebaliknya, Bulan akan berubah warna menjadi merah gelap atau merah tembaga yang eksotis. Warna ini muncul akibat pembiasan cahaya Matahari oleh atmosfer Bumi, fenomena ilmiah yang disebut hamburan Rayleigh. Visual "Bulan Berdarah" ini selalu menjadi incaran para fotografer dan pecinta keindahan alam.
Waktu Pengamatan Prima Sambil Berbuka Puasa
Berbeda dengan gerhana bulan biasanya yang sering terjadi di tengah malam, gerhana kali ini memiliki waktu pengamatan yang sangat ideal. Puncak gerhana diprediksi terjadi sekitar pukul 18.37 WIB.
Sangat Aman dan Mudah Diamati
Satu hal yang perlu diingat, Gerhana Bulan Total sangat aman dilihat langsung dengan mata telanjang. Anda tidak memerlukan kacamata khusus atau filter tertentu seperti saat melihat gerhana Matahari. Selama cuaca cerah dan tidak terhalang mendung, siapa pun bisa menikmati pemandangan ini dari halaman rumah, area terbuka, atau tepi pantai.
(
Fany Wirda Putri)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(RUL)