Direktur Pemberdayaan zakat dan wakaf Kementerian Agama, Tarmizi Tohor. Foto: Metro TV
Direktur Pemberdayaan zakat dan wakaf Kementerian Agama, Tarmizi Tohor. Foto: Metro TV

Kemenag Imbau Masyarakat Segera Daftarkan Tanah Wakaf

Medcom • 09 Agustus 2022 13:45

Jakarta: Kementerian Agama mengimbau masyarakat untuk segera mendaftarkan tanah wakaf ke Kantor Urusan Agama (KUA). Masyarakat yang ingin mendaftarkan tanah ke Kementerian Agraria dan Tata Ruang Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN)  wajib memiliki akta ikrar wakaf terlebih dahulu.
 
Direktur Pemberdayaan zakat dan wakaf Kementerian Agama, Tarmizi Tohor mengatakan,saat ini pihaknya terus melakukan upaya pengamanan aset wakaf masyarakat. Ia mengatakan saat ini terdapat 71.000  dari 400.000 tanah wakaf yang belum bersertifikat
 
“Kelengkapan arsip itu perlu sekali untuk mengamankan aset. Karena masih banyak tanah yang disebut tanah wakaf, tapi akta di KUA nya enggak ada, apalagi (sertifikatnya) dari BPN,” kata Tarmizi dalam tayangan Metro Pagi Primetime di Metro TV, Selasa, 9 Agustus 2022. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kemenag menargetkan sebanyak 21.000 sertifikat tanah wakaf akan rampung pada akhir 2022. Untuk mencapai hal tersebut, Kemenag bekerja sama dengan kementerian ATR/BPN.

Proses Pendaftaran Tanah Wakaf

Kemenag menjelaskan perubahan akta tanah menjadi akta ikrar wakaf bisa dilakukan di KUA. Setelah mendapat akta ikrar wakaf, masyarakat bisa datang ke kementerian ATR/BPN untuk mendaftarkan tanah. Dengan begitu, keamanan tanah wakaf terjamin dan dipastikan terhindar dari mafia tanah.
 
Untuk memudahkan proses pendaftaran tanah, Kemenag bersama Kementerian ATR/BPN telah membuat kesepakatan tertulis. 
 
“Karena proses ini memerlukan biaya, maka langkah kami yang paling konkrit mengadakan MoU (Memorandum of Understanding), judulnya percepatan sertifikasi tanah wakaf, yang ada di Indonesia,” ujar Tarmizi.
 
Tarmizi juga mengimbau masyarakat untuk memilih nazir (pihak yang mengurus tanah wakaf) yang bertanggung jawab. Hal tersebut dilakukan guna menghindari hal yang tidak diinginkan. 
 
“Kelemahan tanah wakaf, itu karena nazirnya tidak berkualitas. Makanya sekarang saya membuat standar kompetensi nazir,” ujar dia.
 
Vania Augustine Dilia


 
(WAN)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif