Ruhut Sitompul. Antara Foto/Muhammad Adimaja
Ruhut Sitompul. Antara Foto/Muhammad Adimaja

Ruhut Memaknai Sumpah Pemuda: Tiada Mayoritas & Minoritas

Nasional sumpah pemuda
M Rodhi Aulia • 28 Oktober 2016 11:41
medcom.id, Jakarta: Anggota DPR RI Ruhut Sitompul memaknai Sumpah Pemuda sebagai bentuk peniadaan dominasi mayoritas. Menurut dia, upaya bangsa menghapus garis pembatas antara mayoritas dengan minoritas sebenarnya sudah sejak lama.
 
"Ingatlah soal bahasa. Itu tidak mengenal dominasi mayoritas dan tirani minoritas. Bahasa Melayu, secara kesukuan itu bahasa minoritas, tetapi menjadi bahasa persatuan," kata Ruhut di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Jumat (28/10/2016).
 
Tak bisa dipungkiri, usaha mengikis jurang pemisah mayoritas dan minoritas belum sepenuhnya berhasil. Dalam konteks saat ini, masih saja muncul isu suku, agama, ras, dan antargolongan, terutama menjelang pemilihan kepala daerah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ruhut tidak mau menyalahkan generasi sekarang. Menurut dia, isu SARA merebak, karena penghapusan Pedoman Penghayatan dan Pengalaman Pancasila (P4) yang gencar disosialisasikan pada masa Orde Baru.
 
"Tetapi akhirnya kita sadar, kita belajar sejarah lagi melalui sosialisasi Empat Pilar," ucap anggota Komisi Hukum itu.
 
Empat Pilar yang disosialisasikan Majelis Permusyawaratan Rakyat terdiri dari Pancasila sebagai dasar dan ideologi Negara, UUD 1945 sebagai konstitusi Negara serta Ketetapan MPR, NKRI sebagai bentuk Negara dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan Negara.
 
Sumpah Pemuda adalah keputusan Kongres Pemuda Kedua pada 27-28 Oktober 1928 dan dianggap tonggak utama dalam sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia. Ikrar ini dianggap sebagai kristalisasi semangat untuk menegaskan cita-cita berdirinya negara Indonesia.
 
Tiga putusan Kongres Pemuda, yakni, pertama, kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah Indonesia. Kedua, kami putra dan putri Indonesia mengakui berbangsa yang satu, bangsa Indonesia. Ketiga, kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.
 

(TRK)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif