Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Krishna Murti.--Foto:MI/Arya Manggala
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Krishna Murti.--Foto:MI/Arya Manggala

Alasan Polisi Sulit Ungkap Kasus Kematian Akseyna

Nasional pembunuhan jabodetabek
Damar Iradat • 30 Desember 2015 19:15
medcom.id, Jakarta: Tingkat penyelesaian kasus pembunuhan sepanjang 2015 di Polda Metro Jaya mengalami penurunan. Dari angka 68 kasus yang berhasil diselesaikan pada tahun 2014, angka itu menurun menjadi 57 kasus yang mampu diselesaikan atau turun sebanyak 16 persen.
 
Beberapa kasus pembunuhan pada 2015 pun cukup menyita perhatian masyarakat. Salah satu yang paling menyita perhatian adalah kasus tewasnya mahasiswa Universitas Indonesia, Akseyna Ahad Dori.
 
Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Krishna Murti buka suara perihal kasus Akseyna. Polisi, menurut dia, memang kesulitan mengungkap kasus tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Karena saya tidak terlibat sejak awal. Ini saya harus ulangi semuanya dalam penyelidikan," kata Krishna di Mapolda Metro Jaya, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Rabu (30/12/2015).
 
Krishna menjelaskan, dengan banyaknya jumlah kasus yang ditangani Polda Metro Jaya membuat kasus meninggalkan Akseyna sulit terungkap. Ia menegaskan jika kasus ini masih terus berjalan.
 
Beban kerja Polda untuk penyelesaian kasus ini dinilai cukup tinggi. Belum lagi masalah anggaran. Selain itu, jumlah sumber daya manusia juga menjadi persoalan.
 
"Skala prioritas kita masih lakukan, terus koordinasi dan pertanggungjawabkan dengan pihak Polres Depok untuk kasus Akseyna," kata Krishna.
 
Akseyna ditemukan tewas mengambang di Danau Kenangan, UI, Depok, Jawa Barat, 26 Maret silam. Jasad Akseyna mengambang dengan ransel yang menempel berisi batu.
 
Dugaan awal, lelaki yang akrab disapa Ace itu tewas bunuh diri. Pasalnya, polisi sempat menemukan surat wasiat. Namun, kemudian diduga kuat Ace tewas dibunuh. Lantaran, surat yang ditemukan diindikasi bukan tulisan tangan Ace.
 
Terakhir, polisi menemukan sebuah catatan dalam telepon genggam milik salah satu terperiksa dalam kasus ini. Catatan tersebut diduga berkaitan dengan kematian Ace.
 

(MBM)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif