Bendera Merah Putih raksasa dipasang di Monas, untuk memeriahkan Hari Bela Negara, Kamis (27/11/2014).MTVN/Hardiat Dani Satria
Bendera Merah Putih raksasa dipasang di Monas, untuk memeriahkan Hari Bela Negara, Kamis (27/11/2014).MTVN/Hardiat Dani Satria

Dulu Bendera Pernah Dipasang di Monas, tapi tak Berkibar

Hardiat Dani Satria • 27 November 2014 13:36
medcom.id, Jakarta: Unit Pengelola Monumen Nasional (UP Monas) tak punya persiapan khusus untuk memeringati Hari Bela Negara (HBN), karena semua sudah diambil alih Kementerian Pertahanan. HUT HBN jatuh saban 19 Desember.
 
"Kita kan cuma sedia tempat, setelah Menhan meminta dan ada izin gubernur, ya langsung bisa," kata Kepala UP Monas Rini Haryani kepada Metrotvnews.com, Kamis (27/11/2014).
 
Rini mengatakan, Menhan pernah menanyakan apakah Monas bisa dijadikan tiang untuk pengibaran bendera Merah Putih raksasa. "Ternyata, bisa," ujar Rini.

Menurut Rini, karena bisa, ya dipasanglah bendera berukuran 2.250 meter per segi di Monas. Ini adalah sejarah. Baru pertama kali inilah Monas dijadikan tiang bendera.
 
Rini menambahkan, dahulu niatan serupa pernah dicoba. Tapi gagal. Bendera tak berkibar.
 
"Dulu bendera pernah dipasang di Monas, tapi tidak berkibar" ujar Rini.
 
Rini meyakini peristiwa 19 Desember 2014 pasti berbeda dengan pengibaran bendera Merah Putih seperti yang sudah-sudah. "Sekarang benderanya bisa berkibar," Rini tersenyum.
 
HBN tergolong hari bersejarah di Indonesia, untuk memeringati deklarasi Pemerintahan Darurat Republik Indonesia oleh Mr. Sjafruddin Prawiranegara di Sumatra Barat, pada 19 Desember 1948. Tanggal itu ditetapkan sebagai HBN oleh Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden ke-6 Indonesia, lewat Keppres No.28.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ICH)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>