Menteri Sosial Idrus Marham - Medcom.id
Menteri Sosial Idrus Marham - Medcom.id

2019, Indonesia Ditargetkan Bersih Prostitusi

Nasional prostitusi mensos
Marcheilla Ariesta • 19 April 2018 20:39
Jakarta: Menteri Sosial (Mensos) Idrus Marham menyatakan tak akan menghentikan program penutupan lokalisasi di Tanah Air. Alasannya, di lokalisasi terjadi eksploitasi manusia, perdagangan orang dan prostitusi yang berdampak luar biasa terhadap masyarakat.
 
Sepanjang periode 2014-2017, Kementerian Sosial telah menutup 122 dari 136 lokalisasi prostitusi yang tersebar di sejumlah provinsi. Atas penutupan itu, sebanyak 20.000 pekerja seks komersial (PSK) pun telah dikembalikan ke pihak keluarga.
 
"Karena itu, Kementerian Sosial akan terus melanjutkan program penutupan lokalisasi. Targetnya, tahun 2019 Indonesia bebas dari lokalisasi prostitusi," kata Idrus dalam acara Rapat Koordinasi Nasional Penanganan Prostitusi dan Supporting Penutupan Lokalisasi, di Jakarta, Kamis, 19 April 2018.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Idrus, ada beberapa hal yang harus dilakukan pemerintah setelah menutup lokalisasi. "Seperti bagaimana menyiapkan kemampuan vokasionalnya, kesiapan sosial, psikologisnya, dan sebagainya. Ini yang perlu dikoordinasikan bersama," ujarnya.
 
Mantan Sekjen Partai Golkar ini mengingatkan agar keputusan penutupan lokalisasi dipertimbangkan dengan dampak sosial ekonomi bagi warga yang menggantungkan hidupnya dari tempat tersebut sehingga harus kehilangan mata pencaharian setelah penutupan.
 
Belum lagi adanya migrasi para PSK dari satu lokalisasi yang sudah ditutup ke lokasi lain. "Pada beberapa kasus, PSK dari satu lokalisasi yang ditutup berpindah ke lokalisasi lain," ucap dia.
 
Pada kesempatan itu, Idrus memuji langkah Pemerintah Kota Surabaya yang dipimpin Tri Rismaharini dengan menutup lokalisasi Dolly. Dia bahkan mengapresiasi upaya orang nomor satu di Surabaya itu dalam membenahi tempat tersebut pascapenutupan.
 
"Bu Risma menyediakan sarana dan pelatihan agar mantan PSK bisa mandiri. Bu Risma mengubah bekas lokalisasi menjadi rumah kreatifitas. Lokasinya ada di rumah itu, dan kreatifitas itu juga menjadi sumber pendapatan. Sehingga harkat dan martabat mereka bisa kembali," kata Idrus.
 
Kemensos di bawah kepemimpinan Idrus akan menambah jatah hidup (Jadup) bagi mantan PSK yang sebelumnya hanya tiga bulan menjadi enam bulan. "Kalau selama ini hanya selama tiga bulan. Nggak cukup. Kita perpanjang menjadi enam bulan," ujarnya.
 
Wali Kota Surabaya Risma yang ikut hadir dalam acara ini menyatakan prostitusi menjadi ancaman serius bagi masa depan bangsa. Salah satunya pada kasus di Dolly yang berdampak pada anak-anak. Selain proses belajarnya terganggu, juga banyak ditemukan dari mereka yang terseret dalam praktik prostitusi semisal menjadi PSK atau mucikari.
 
"Ada anak usia 14 tahun menjadi mucikari, anak umur 16 dan 17 tahun. Anak-anak usia sekolah di Dolly juga tidak bisa belajar karena lingkungannya sangat berisik," kata Risma.
 
Di Jawa Timur semula terdapat 54 lokalisasi prostitusi, dan kini semua sudah ditutup. Data Kemensos menunjukkan, masih ada sekitar 20.000 PSK yang menghuni 43 lokalisasi dan tersebar di sejumlah daerah.
 

(JMS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:25
  • SUBUH04:35
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif